Indonesia-Spanyol Sepakat Kerjasama Tanggulangi Terorisme

Laporan dari Madrid

Indonesia-Spanyol Sepakat Kerjasama Tanggulangi Terorisme

Eddi Santosa - detikNews
Rabu, 21 Okt 2015 21:09 WIB
Indonesia-Spanyol Sepakat Kerjasama Tanggulangi Terorisme
ilustrasi/Foto: Istimewa/Muhammad Aminudin
Madrid - Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Spanyol sepakat untuk meningkatkan kerjasama bilateral dalam bidang penanggulangan terorisme.

Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama Penanggulangan Terorisme berlangsung di Centro de Inteligencia contra el Terrorismo y el Crimen Organizado/CITCO (Pusat Intelijen Penanggulangan Terorisme dan Kejahatan Terorganisir), Madrid (20 Oktober 2015) hari ini waktu setempat.

Pihak Indonesia diwakili oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Saud Usman Nasution dan pihak Spanyol Sekretaris Negara Bidang Keamanan Kerajaan Francisco Martínez Vazquez .

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dinilai merupakan dasar hukum strategis, karena membuka bidang kerjasama bilateral baru dalam memerangi terorisme dan kekerasan radikalisme.

Disepakati antara lain kerjasama dalam hal saling bertukar informasi intelijen dan informasi strategis terkait organisasi teroris dan kecenderungan kejahatan yang berkembang di kedua negara.

Kedua pihak juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama antara aparat keamanan dan penegak hukum kedua negara dan saling bertukar pengalaman dalam penanggulangan terorisme dan kekerasan radikalisme.

Butir-butir kesepakatan tersebut akan dilaksanakan oleh BNPT dan CITCO yang selanjutnya akan membentuk Kelompok Kerja sesuai dengan bidang-bidang yang telah disepakati untuk dikerjasamakan.

Untuk itu BNPT telah mengundang CITCO untuk mengadakan pertemuan teknis di Indonesia pada awal 2016 guna memerinci langkah-langkah pelaksanaannya.

Sekretaris Negara Francisco Martinez Vazquez dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa terorisme merupakan musuh masyarakat internasional karena telah menyengsarakan korban tak berdosa.

"Seluruh masyarakat internasional mempunyai tanggung jawab untuk menghadapinya," ujar Vazquez.

Menurut Vazquez, Spanyol dan Indonesia sebagai anggota masyarakat internasional yang mempunyai komitmen tinggi dan berpengalaman dalam penggulangan terorisme melalui kerjasama bilateral ini akan memberikan kontribusi lebih besar bagi upaya internasional dalam penanggulangan terorisme.

Dikatakan, pemerintah Spanyol juga sangat menghargai pemerintah Indonesia yang senantiasa terbuka kepada semua pihak yang ingin meningkatkan kerjasama dalam penanggulangan terorisme.

"Bagi Spanyol yang juga mengalami sebagai korban aksi terorisme, upaya memerangi terorisme merupakan salah satu pilar penting kebijakan pemerintah Spanyol untuk menjamin terciptanya keamanan nasional dan internasional," demikian Vazquez.

Senada dengan Vazquez, Kepala BNPT Komjen Saud Usman Nasution juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah Spanyol yang mempunyai banyak inisiatif untuk memperkuat kerjasama internasional dan regional dalam penanggulangan terorisme.

Indonesia pada 2008 pernah berpartisipasi dalam salah satu kegiatan di Madrid untuk meningkatkan kapasitas institusi penanggulangan terorisme, di bawah kerangka kerjasama Asia-Europe Meeting (ASEM).

"Hasil dari kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi Indonesia karena telah meningkatkan saling percaya di antara para mitra institusi penanggulangan terorisme Asia-Eropa," pungkas Komjen Nasution.

Sementara itu Dubes RI di Madrid Yuli Mumpuni Widarso, yang menyaksikan momen bersejarah tersebut bersama Direktur CITCO Jose Luis Olivera, menyampaikan bahwa Nota Kesepahaman ini bagi kedua pihak merupakan suatu capaian tersendiri mengingat Indonesia-Spanyol termasuk sama-sama korban aksi terorisme.

Sejauh ini kedua negara telah menjalin kerjasama dalam kerangka multilateral maupun regional dan akan terus diperkuat pada tingkat bilateral, mencakup pertukaran informasi mengenai peraturan, kebijakan dan strategi nasional dan pertukaran pengalaman.

Di samping itu juga kerjasama meningkatkan kapasitas melalui program pelatihan dan pendidikan maupun seminar, lokakarya dan konferensi para aparat keamanan penegak hukum, serta saling kunjung fungsionaris instansi penanggulangan terorisme kedua negara.

Kerjasama di antara kedua negara di bidang penanggulangan terorisme mulai berlangsung paska terjadinya tragedi pemboman di stasiun KA Atocha Madrid, Maret 2004 ketika kedua negara aktif dalam berbagai pertemuan yang membahas akar masalah munculnya terorisme.

Spanyol bersama Uni Eropa juga mendukung kegiatan peningkatan kapasitas institusi penegak hukum penangulangan terorisme yang diselenggarakan oleh Jakarta Center of Law Enforcement Cooperation (JCLEC).

Selain itu juga mendorong dialog untuk meningkatkan saling pemahaman dan saling menghormati antar kepercayaan dan peradaban di kalangan masyarakat internasional, seperti ASEM Interfaith Dialogue gagasan Indonesia dan Aliance of Civilization gagasan Spanyol. (es/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini