Banyak Bus TransJ Tak Laik Beroperasi, Ahok: Paksa Operator Beli Bus Baru!

Banyak Bus TransJ Tak Laik Beroperasi, Ahok: Paksa Operator Beli Bus Baru!

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Rabu, 21 Okt 2015 18:12 WIB
Banyak Bus TransJ Tak Laik Beroperasi, Ahok: Paksa Operator Beli Bus Baru!
Foto: Wisnu Prasetiyo
Jakarta - Tidak sedikitnya kondisi bus TransJ yang tidak laik membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) prihatin. Dia pun meminta agar seluruh operator bus TransJ harus membeli armada baru.

"Ya beli dong bus baru. Paksa semua operator buat beli bus yang baik. Kan kita sudah bayar rupiah per kilometer (Rp/Km)," kata Ahok usai memberi sambutan dalam acara 'The 6th Financial Transparency Conference' di Hotel Sari Pan Pasific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).

Ahok tidak menutup mata ada sejumlah bus TransJ yang tidak lolos uji KIR namun masih tetap beroperasi. Soal itu pun Ahok meminta kepada seluruh operator dan manajemen TransJ untuk memperketat aturan lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang, makanya saya bilang harus diperketat sekarang. Tapi akibatnya bus enggak cukup. Kita enggak bisa lagi terus disandera oleh orang-orang yang nganggap kamu enggak ada bus. Memang kesulitan mau beli bus begitu banyak kalau (karoseri) lokal kan terbatas. Kita kalau mau impor, sayang juga. Ekonomi begini lesu. Ya sudah sabar-sabar dulu lah, tapi bukan berarti juga mentoleransi orang jelek kita biarin," sambungnya.

Ahok juga menegaskan selama 10 tahun berbentuk unit pelayanan (UP), manajemen TransJ dinilai masih kurang baik. Oleh karena itu, Ahok membentuk perseroan terbatas (PT) untuk memperbaiki kinerja dan manajemennya.

"Memang sudah 10 tahun kacau balau kok Transjakarta. Dari dulu ya begitu, operator enggak bisa diatur, terlalu banyak permainannya lah. Kita ganti jadi PT kan dan PT baru satu tahun," kata dia.

Ahok juga menggarisbawahi masih banyak bus kota yang sudah tidak laik dipaksakan beroperasi. Dia pun lagi-lagi mengimbau agar bus-bus itu dibuang jika tidak juga mau bergabung dalam manajemen PT TransJakarta.

"Dibuang saja sudah, diganti yang baru. Dari saya masih kuliah naik bus yang sama. Bayangin saja sudah 50 tahun," tegasnya.

"Sudahlah kami bayar Anda Rp/Km supaya Anda beli bus baru pun pasti mampu nyicil, Anda asal kerjanya rajin pasti untung. Terus kamu kalau bergabung dengan TransJakarta, sopir cadangan bisa dari kita, servis kita yang bayar, itu satu-satunya cara untuk peremajaan bus, semua rupiah per kilometer," tutup Ahok. (aws/hri)


Berita Terkait