"Harus diakui Jokowi dipilih menjadi presiden dengan harapan besar lahirnya perubahan. Banyak janji perubahan yang didengungkan sejak masa kampanye hingga awal-awa pemerintahannya, tetapi sudah satu tahun pemerintahan lebih dari separuh rakyat Indonesia merasa kecewa," ujar Farouk dalam dialog di Ruang Wartawan Gedung Nusantara II DPR RI, Rabu (21/10/2015).
Farouk mengatakan ada 10 fakta yang membuat rakyat tidak puas. Pertama ialah pertumbuhan ekonomi yang menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta kedua adalah bertambahnya penduduk miskin di Indonesia. Menurut data BPS 2015, angka kemiskinan nasional mencapai 28,59 juta jiwa setara dengan 11,22 persen dari total penduduk.
"Fakta ketiga meningkatnya PHK dan pengangguran, lalu keempat itu naiknya harga kebutuhan pokok, kelima nilai tukar rupiah yang anjlok, keenam impor komoditas pangan khususnya beras dan daging yang jauh dari janji swamsebada. Fakta ketujuh ialah pengalihan dana subsidi yang belum jelas hasilnya, kedelapan kepastian dan keadilan hukum uang masih dikeluhkan masyarakat serta aparat menyalahgunakan kekuasaan," ujar Farouk.
"Fakta kesembilan itu keberpihakan pemerintah dalam agenda pemberantasan korupsi yang belum jelas serta dikhawatirkan terjadinya pelemahan KPK dan yang terakhir ialah penanganan bencana asap yang masih berlarut-larut dan bum selesai hingga kini," tutup Farouk. (spt/tor)











































