Penemuan Candi dan Potongan Arca Bersejarah di Depan Warung Mi Ayam

Penemuan Candi dan Potongan Arca Bersejarah di Depan Warung Mi Ayam

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 21 Okt 2015 16:51 WIB
Penemuan Candi dan Potongan Arca Bersejarah di Depan Warung Mi Ayam
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Lokasi ditemukannya situs kuno oleh tim arkeolog di kebun warga di Desa Duduhan, Kelurahan Mijen RT 01 RW 05, Kota Semarang, masih menyimpan banyak misteri termasuk arca-arca atau patung yang diduga sudah banyak hilang. Dua potongan patung yang masih bisa dilihat di dekat kebun tersebut kini diletakkan di pinggir jalan di depan warung mi ayam.

Bongkahan patung tersebut berbentu yoni dan potongan arca lembu. Pada arca lembu tersebut hanya tersisa bagian badan dan dua kaki depannya saja sedangkan kepala dan tubuh bagian belakang sudah tidak ada.

"Di depan warung mi ayam itu ada patung lembu dan patung berbentuk persegi dan ada lingkaran di atasnya. Itu asli dari kebun juga," kata pemilik kebun, Sutopo, di rumahnya, Rabu (21/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak tahu sejak kapan dua bongkahan arca itu diletakkan di pinggir jalan tersebut. Pemilik warung mi ayam juga tidak mengetahui persis kapan benda itu ada di sana karena sebelum warungnya berdiri, arca sudah ada.


"Sudah lama sekali itu di situ. Enggak membuat jadi angker, kok, malah bikin ramai," kata perempuan pemilik warung.

Di sekitar warga Duduhan juga sempat terdengar cerita ada patung wanita yang diduga Dewi Durga di sekitar situs tersebut. Namun arca itu hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Selain itu ada juga arca Ganesha yang sempat hilang tahun 1980-an namun sudah kembali dan disimpan di museum Ronggowarsito Semarang setelah pencurinya diproses hukum.

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) melakukan ekskavasi kebun Sutopo pada akhir September lalu. Mereka memperkirakan besaran situs kuno yang berada di bawah gundukan tanah, yaitu 9,3 m x 9,3 meter. Sejumlah batu sampel dibawa untuk diteliti agar diketahui usia situs tersebut. Situs yang ditemukan berbentuk susunan bata berundak itu dibangun pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.

Sementara itu sisi gundukan tanah yang sempat digali tim arkeolog memperlihatkan batu yang ditumpuk membentuk undakan di candi. Saat ini lubang galian tersebut kembali diurug tanah untuk menjaga agar tidak rusak hingga ada tindakan lebih lanjut. (alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads