Mayoritas pendemo yang mengenakan kaos biru dengan tertib mendengarkan orasi orator di depan Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Rabu (21/10/2015). Seorang orator yang mengenakan pakaian hitam-hitam mengatakan bahwa perwakilan mereka belum ada yang ditemui anggota DPR.
"Sampai sekarang perwakilan yang masuk ke DPR belum diterima," ujar orator dari atas mobil pikap sekitar pukul 15.25 WIB.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Alasan Pekerja Tol Mogok Kerja 28, 29, dan 30 Oktober
Demo ini tidak membuat lalu lintas macet. Sebab pendemo berada di depan gerbang DPR yang tidak mengambil badan jalan. Satu kompi polisi berjaga-jaga dengan membuat barikade. Ada juga tukang jualan minuman yang mencoba mengais rezeki di sekitar pendemo.
Sebelum dari DPR, mereka berdemo di BEI. Dari BEI mereka konvoi ke DPR dengan menumpang motor di bawah kawalan polisi.
"Di DPR kami mau ketemu komisi VI atau XI. Mereka kan bisa panggil Dirut Jasa Marga untuk duduk bersama bareng kami," kata Mirah Sumirat, Presiden Serikat Karyawan Jalantol Lingkarluar Jakarta (SKJLJ).
![]() |
Ribuan pekerja jalan tol PT JLJ bermaksud menggelar aksi mogok pada 28-30 Oktober 2015. Ini merupakan bentuk penolakan mereka digeser sebagai pekerja PT Jasa Layanan Operasi (JLO), anak usaha baru di bawah PT Jasa Marga Tbk.
(nwy/nrl)













































