Cerita Menko Luhut tentang Dahsyatnya Api yang Membakar Gambut di Sumsel

Cerita Menko Luhut tentang Dahsyatnya Api yang Membakar Gambut di Sumsel

Nur Khafifah - detikNews
Rabu, 21 Okt 2015 14:15 WIB
Cerita Menko Luhut tentang Dahsyatnya Api yang Membakar Gambut di Sumsel
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kebakaran hutan di Indonesia semakin meluas. Menko Polhukam Luhut Pandjaitan mengatakan pemadaman kebakaran ini tak akan berhasil jika belum turun hujan.

Dalam pidatonya pada acara Rapat Koordinasi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Luhut menceritakan pengalamannya meninjau kawasan kebakaran hutan di Sumatera Selatan. Dari dalam helikopter, Luhut merasakan dahsyatnya api yang membakar lahan gambut di kawasan tersebut.

"Sebagai mantan tentara saya merasakan sekali bagaimana rasanya di sana. Untuk kedua kalinya, saya ke daerah itu melihat betapa api betul-betul tidak terkendali. Padahal, kita sudah bom dengan air," kata Luhut di Hotel Aryaduta, Jl Prapatan, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luhut mengatakan kebakaran yang terjadi saat ini betul-betul masif. Tingkat kebakaran begitu tinggi ditambah elnino yang cukup lama, serta angin yang berhembus kencang sehingga menambah kebakaran semakin cepat meluas.

"Pemerintah dengan segala kemampuan yang ada, kita lakukan upaya memadamkan api ini. Tapi seperti saya katakan 10 hari lalu, pemadaman tidak akan selesai tanpa turun hujan," ujar Luhut.

Menurutnya, upaya pemadaman api ini membutuhkan pesawat setidaknya 15 unit. Pesawat-pesawat itu harus terus memadamkan api, paling tidak selama 2 minggu.

"Kemarin ada 1 orang penerbang Australia, bercerita, selama 30 tahun dia bekerja, dia baru lihat kebakaran sehebat ini. Ini sebagai gambaran kepada anda sekalian. Ini tak lepas dalam aspek penegak hukum," ujarnya.

Luhut memastikan, pemerintah akan lebih tegas menghadapi hal ini. Setiap perusahaan yang tidak memiliki alat pemadam kebakaran akan diberi tindakan keras oleh pemerintah.

"Untuk tahun ini kita akan mencabut lahan dia yang terbakar. Untuk tahun depan, kalau dia masuk dan tidak punya tindakan preventif melakukan pencegahan, kita akan cabut izinnya," tegas Luhut. (kff/aan)


Berita Terkait