"Saya ngga mau menjawab, karena belum jelas, mending ditanya yang sudah jelas saja," kata Setya kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/10/2015).
Setya tak mau berkomentar banyak soal kasus yang menjerat Dewie. Termasuk soal kemungkinan adanya anggota Komisi VII lain yang terlibat kasus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota komisi VII DPR dari Fraksi Hanura, Dewie Yasin Limpo ditangkap KPK saat tengah menerima uang suap sebesar Rp 1,5 miliar. Uang suap itu diduga untuk pengamanan proyek PLTU di Sulawesi Selatan.
Informasi yang didapat dari pejabat tinggi di KPK, Rabu (21/10/2015), Dewie menerima suap sebesar Rp 1,5 miliar karena posisinya sebagai anggota komisi VII yang memang membidangi masalah energi.
Si penyuap, merupakan perusahaan yang memenangkan tender pembangunan PLTU di Sulawesi Selatan.
(tor/tor)











































