JK: Kalau Pasien RS Penuh, itu Namanya Kegagalan

JK: Kalau Pasien RS Penuh, itu Namanya Kegagalan

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Rabu, 21 Okt 2015 13:04 WIB
JK: Kalau Pasien RS Penuh, itu Namanya Kegagalan
Wapres JK di PBB (Foto: Setwapres RI/jeriwongiyanto)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik pola pikir yang salah soal kesehatan. Wapres JK tak mau kesuksesan penanganan kesehatan diukur dengan jumlah pasien di rumah sakit.

"Kalau rumah sakit banyak pasien, ada kebanggaan dia jalankan tugas dengan baik. Tapi ini kegagalan," ujar JK dalam rapat soal kesehatan di Kementerian Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan,  Rabu (21/10/2015).

"Bikin rumah sakit penuh, artinya penduduk saja banyak yang sakit. Rumah sakit bagus tapi isinya 50 persen. Jangan terbalik cara berpikir kita. Kebanggaan itu kalau orang sehat," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JK mengatakan selama ini masyarakat Indonesia termasuk tenaga kesehatan terjebak dalam sesat pikir. Terlebih pemikirannya hanya berputar-putar pada pengadaan alat kesehatan (alkes).

"Banyak bupati, dokter, dinas yang kena perkara karena alkes. Kemarin kita kampanye BPJS kesehatan, timbul imej semua kita dan masyarakat pokoknya kalau Anda sakit dijamin sakit apapun," terangnya.

Padahal keberadaan BPJS tidak dibuat untuk membuat imej masyarakat menjadi mudah sakit.

"Nanti orang tak perhatikan gaya hidupnya karena pemerintah jamin. Jangan iklan begitu banyak, nanti orang menghamburkan hidupnya. Nanti tinggal datang bawa kartu, di kasih obat, kalau tidak ya saya marah," kata JK.

Menurutnya, masyarakat harus diyakinkan soal pola hidup sehat dengan pola makan teratur.

"Yang dibuat adalah coba sehat. Tiap Jumat senam pagi, ada yang periksa bakteri, macam-macam, ada 4 sehat 5 sempurna," kata JK.

(tfq/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini