Ekskavasi dilakukan pada akhir September 2015. Pelaksananya adalah Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN), mahasiswa ITB, dan UGM. Diperkirakan candi tersebut berukuran 9,3 meter x 9,3 meter. Namun baru sebagian yang digali. Hanya terlihat tumpukan seperti batu candi yang membentuk undakan.
Menurut pemilik kebun, Sutopo (63), dulu pernah ada arca Ganesha di lahannya. Hal itulah yang jadikan rujukan penelitian. Selanjutnya, ekskavasi pun dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mengharuskan dibuat wisata apa boleh buat, nanti di sini bisa tambah ramai. Ini untuk kepentingan orang banyak juga. Tapi saya khawatir kalau ada yang mengatasnamakan pemerintah tapi terus dijual lagi," ujar Sutopo di rumahnya, Rabu (21/10/2015).
(Foto: Angling Adhitya P/detikcom) |
Hingga saat ini, para peneliti belum sepenuhnya yakin terkait hasil ekskavasi. Apakah bangunan tersebut memang candi atau bentuk lain. Mereka memperkirakan bangunan tersebut merupakan peninggalan Mataram Kuno pada abad 10 dan dibuat saat Hindu masuk ke Jateng lewat jalur pantura yaitu Semarang-Kendal.
Namun semua itu hanya dugaan. Perlu ada kajian berupa penelusuran sejarah dan penelitian laboratorium terhadap jenis batunya. Alhasil, setelah ekskavasi, bangunan itu tersebut tetap jadi misteri. (alg/try)












































(Foto: Angling Adhitya P/detikcom)