Mengenakan batik coklat, Victor hadir di ruang Pansus di Gedung DPR, Jakarta, pada pukul 11.00 WIB, Rabu (21/10/2015). Dia disambut pimpinan Pansus Rieke Diah Pitaloka didampingi Aziz Syamsuddin dan perwakilan 7 fraksi.
Victor dalam Pansus menegaskan, siap bertanggung jawab terhadap penyelidikan kasus Pelindo II yang ditangani Bareskrim Polri. Kepada anggota dewan, Victor menyebut dugaan adanya 'intervensi' dalam penanganan perkara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Victor lantas bicara soal posisi KPK yang dibentuk sebagai pemicu kinerja lembaga penegak hukum lainnya yakni Polri dan Kejaksaan Agung yang dianggap mandul bekerja. Menurut Victor di bawah kepemimpinan Komjen Budi Waseso saat itu, Bareskrimingin kembali polisi kembali ke tugas pokoknya.
"Kita sudah kembali dengan berbagai dorongan malah disunat pak, polisi dibilang buat gaduh menyidik penindak korupsi. Saya bertanggung jawab kalau ada yang salah tindakan korupsi polisi itu saya maju kedepan termasuk BW diintervensi pemimpin negara ini," ujar Victor.
Setelah rapat berselang setengah jam, pimpinan DPR dan anggota sepakat melakukan sidang dengan tertutup. Tertutupnya sidang dikarenakan, pimpinan sidang meminta Victor membuka secara gamblang siapa saja yang diduga terlibat dalam kasus pengadaan mobile crane. (spt/fdn)











































