Pembangunan itu mempersempit jalan utama. Akibatnya polisi menerapkan sistem buka tutup di exit tol Tegal Parang untuk mengurangi kemacetan di perempatan Kuningan yang sedang disibukkan pembangunan JLNT.
"Ada buka tutup di exit tol Tegal Parang, terutama yang mutar di Jl Tendean," ucapΒ Kasatlantas Polres Jaksel AKBP Sutimin saat dihubungi detikcom, Rabu (21/10/2015) pukul 10.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di lampu merah di Kuningan, mendekati 200 meter nggak bisa langsung lurus, harus motong ke kiri karena ada pembangunan jalan layang non tol," ucap Sutimin.
Foto: Syaraifudin/pasangmata.com |
Faktor lainnya adalah bus TransJakarta yang menurunkan penumpang di Halte Kuningan Timur. Akibat pembangunan jalan layang non tol ini, halte dibuat lebih memanjang dan memakan lajur jalan umum yang ada. Sehingga saat TransJ menurunkan penumpang akan membuat kendaraan lainnya tersendat.
"Halte busway banyak menurunkan penumpang. Itu kan butuh waktu," kata Sutimin.
"Jadi solusinya untuk urai kemacetan dilakukan buka tutup. Kita lihat ekor kemacetan yang panjang di mana, kita urai lebih dulu," tambahnya.
Buka tutup ini dilakukan pagi hari hingga pukul 09.30 WIB.
Sejumlah pembaca detikcom mengirimkan foto kemacetan di Jl Rasuna Said kepada pasangmata.com. Tak cuma mobil yang tersendat, motor juga harus ikut antre.
Foto: Supardi/pasangmata.com |












































Foto: Syaraifudin/pasangmata.com
Foto: Supardi/pasangmata.com