Surprise Bertemu Turis Jerman dalam Perjalanan menuju Ora yang Cantik

Ekspedisi Pulau Ora (4)

Surprise Bertemu Turis Jerman dalam Perjalanan menuju Ora yang Cantik

Aji Surya, Amin Arif Ian - detikNews
Rabu, 21 Okt 2015 10:51 WIB
Surprise Bertemu Turis Jerman dalam Perjalanan menuju Ora yang Cantik
Foto: M Aji Surya/detikcom
Ambon - Perjalanan menuju Pulau Ora dari kota Ambon memang tidak enteng. Butuh stamina prima agar ketika sampai tujuan tidak letoi. Semua pasti akan terbayar tunai.

Pada hari ketiga, 20 Oktober 2015 tim OraXpedition dimulai dengan menempuh perjalanan sekitar enam jam dari Ambon ke Ora beach di Kampung Saleman, Kabupaten Maluku Tengah. Tim berangkat dari Hotel Natasepa sekitar pukul 07.30 Wita menuju pelabuhan dengan bus selama 10 menit.

Setibanya di pelabuhan, para diplomat langsung menuju ke kapal motor feri "Cantika Torpedo" yang tengah menunggu jam keberangkatan. Semua peserta menempati ruangan khusus bersama 60-an penumpang. Meskipun kapasitas kapal feri tersebut sekitar 300 kursi, namun terlihat beberapa penumpang yang berdiri di buritan, bahkan di anjungan depan. Menjelang keberangkatan, banyak pedagang makanan menjajakan jagung rebus, nasi kuning dan roti. Di pelabuhan Ambon tersebut, terdapat beberapa kapal yang memiliki jurusan berbeda, yaitu Masohi, Saparua, dan Banda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Foto: M Aji Surya/detikcom)

Pagi itu, terlihat seorang turis dari Jerman bernama Tobie, dosen di salah satu universitas di Frankfurt. Tobie juga menumpang kapal motor feri Cantika Torpedo namun bertujuan ke Sawai, yaitu objek wisata pantai di sekitar wilayah pantai Ora. Ini ketiga kalinya ia berkunjung ke Indonesia, setelah sebelumnya telah berkunjung ke Bali dan Flores.

Kapal bergerak menuju ke pelabuhan Amahi, Seram, pada pukul 09.15. Selama beberapa menit bergerak, laut masih tenang, namun setelah sekitar satu jam perjalanan, ombak laut mulai sedikit menari sehingga membuat kapal tergoncang dan membangunkan mereka yang tengah tidur. Namun, situasi itu dapat sedikit terkendali karena terdapat hiburan musik karaoke yang menemani sepanjang perjalanan.

Sekitar pukul 12.00 kapal buang sauh di pelabuhan Amahi, Seram, dan semua peserta ekspedisi turun dari kapal untuk melanjutkan perjalanan menggunakan mobil menuju ke kampung Saleman. Perjalanan yang normalnya ditempuh sekitar 2 jam, terpaksa ditempuh 4 jam. Tim berhenti untuk makan siangย  dan jalan yang dilalui berkelok-kelok, menaiki dan menuruni bukit, serta sebagian masih berbatu. Tanpa persiapan prima bersiap-siaplah untuk mabuk darat.

Di tengah perjalanan darat, para diplomat berkesempatan berkunjung ke sekolah setempat, SMK Negeri Seram Utara Barat. Kunjungan ini bersifat menjalin persahabatan dan sosial budaya yang diisi dengan cerita rakyat dari berbagai negara yang dituturkan oleh diplomat asing.

(Foto: M Aji Surya/detikcom)

Acara di sekolah diawali dengan meminta murid-murid menunjukkan lokasi negara peserta ekspedisi di peta depan kelas. Sebanyak 26 murid kemudian berkesempatan mendengarkan cerita menarik, dua di antaranya bertutur tentang perlunya bersikap baik dan sopan, serta bekerja keras. Seorang murid SMK juga berkesempatan membagi cerita lokal yang lucu dan mampu membuat yang hadir tertawa terpingkal-pingkal.

Acara kunjungan ditutup dengan penyerahan plakat dan buku bahan bacaan, termasuk sebuah buku kumpulan cerita dari peserta dari Myanmar. Rombongan melanjutkan perjalanan ke dermaga Saleman untuk menyeberang ke pantai Ora.

Sambil menggendong backpack, masing-masing peserta berhati-hati melompat dari ujung dermaga ke perahu motor berukuran kecil. Perjalanan ke pantai Ora hanya sekitar 15 menit. Sepanjang perjalanan, para diplomat asing tercengang dengan keindahan pesisir pantai, air laut yang biru jernih dan pantai putih yang bersih.

Setibanya di dermaga Ora Beach Resort, disuguhkan kelapa muda yang dibalut dengan aneka ragam buah segar. Para peserta kembali tercengang ketika mendapati pondokan tempat mereka menginap berada di atas air laut. Dari lantai kamar, peserta dapat mengintip terumbu karang dan ikan hias yang berkeliaran. Wow! (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads