Kisah Safira, Mahasiswi UI yang Diculik dan Tebusan 1 Juta Dolar

Kisah Safira, Mahasiswi UI yang Diculik dan Tebusan 1 Juta Dolar

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 21 Okt 2015 07:55 WIB
Kisah Safira, Mahasiswi UI yang Diculik dan Tebusan 1 Juta Dolar
Foto: Pengumuman yang beredar di media sosial
Jakarta -

Safira Permatasari (20), mahasiswi Universitas Indonesia jadi korban penculikan saat akan berangkat kuliah ke kampusnya. Polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.

Safira hilang sejak Senin (19/10/2015) sekitar pukul 10.00 WIB, saat hendak menuju kampus UI di Depok. Saat berada di Lenteng Agung, mobil pribadi Safira yang dikemudikan sopir dipepet sekelompok pemotor.

Kelompok pemotor itu tiba-tiba memukuli mobil Safira dan berteriak minta ganti rugi dan berhasil menghentikan mobil dara 20 tahun itu. Polisi yang mendapat laporan pada pukul 16.00 WIB, langsung melakukan pengejaran dan berhasil meringkus lima pelaku di kawasan Kota dan Cideng, Selasa (21/10) siang

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada dua tersangka yang sudah diketahui namanya yaitu Izul dan Hadi," jelas Wahyu.

Berikut empat fakta pengungkapan kasus penculikan Safira:

Disekap di Puncak

Foto: Jabbar Ramdhani
Mahasiswi UI, Safira Permatasari diculik. Saat hendak pergi ke kampus, mobil miliknya ada yang memepet, dia dipaksa turun dari mobil. Safira kemudian dibawa paksa ke mobil pelaku dan disekap di Puncak, Bogor.

"Karena Safira ada ujian di kampusnya, ia langsung naik taksi," kata Kapolres Jaksel Kombes Pol Wahyu Hadiningrat di kantornya, Selasa (20/10).

Tapi sebelum masuk ke dalam taksi, lanjut Wahyu, beberapa orang menarik Safira secara paksa ke dalam mobil pelaku.
Β 
"Dibawa ke Puncak, Bogor. Korban sempat disekap tapi meronta," urai Wahyu.

Pelaku Minta Uang Cash US$ 1 Juta

Foto: Jabbar Ramdhani
Lima orang penculik mahasiswi UI, Safira Permatasari (20) telah menyusun rencana aksi mereka selama dua bulan. Mereka meminta uang tebusan sejumlah US$ 1 juta.

"Penculik meminta uang tebusan sebanyak 1 juta dollar," ujar Kapolres Jaksel Kombes Wahyu Hadiningrat dalam jumpa pers di Polres Jaksel, Jakarta, Selasa (20/10/2015) sore.

Pelaku mengikuti mobil korban yang tengah melaju ke kampus. Saat itu korban diantar sopir.

"Korban sempat disekap tapi meronta. Perencanaan penculikan ini sudah ada sejak 2 bulan lalu," kata Wahyu.

Wahyu mengatakan, motif penculikan ini murni karena uang tebusan. "Mereka meminta uang cash," sambung Wahyu.

Pelaku Ancam Bunuh Safira

Foto: Pengumuman yang beredar di media sosial
Keluarga Safira Permatasari (20) lega setelah lima penculik putrinya ditangkap polisi. Sebelumnya keluarga mendapatkan ancaman Safira akan dibunuh bila uang US$ 1 jutaΒ  tidak diserahkan.

"Ancaman pelaku jika tidak memenuhi keinginan, Safira bisa dibunuh," ujar ayah Safira, Fairuz, dalam jumpa pers di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya II, Selasa (20/10/2015).

Fairuz mengatakan, dia mendapatkan SMS dari pelaku yang meminta uang tebusan. Pada saat masa percakapan itu, keluarga tidak diberi kesempatan untuk mendengarkan suara Safira.

"Tapi saya yakin Safira diculik," ujar Fairuz.

Saat Fairuz terlibat perbincangan berkala dengan para penculik, dia juga melapor ke polisi. Akhirnya lokasi para penculik bisa dilacak.

"Alhamdulillah atas berkat rahmat Allah anak saya bisa kembali," ujar Fairuz.

Ayah Safira Kenal dengan Salah Satu Pelaku

Foto: Jabbar Ramdhani
Fairuz, ayah mahasiswa Universitas Indonesia Safira Permatasari (20) bersyukur polisi berhasil meringkus penculik anaknya. Fairuz mengaku kenal dengan salah satu pelaku.

"Alhamdulillah atas berkat rahmat Allah anak saya bisa kembali," ucap Fairuz sambil terisak haru di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Selasa (20/10/2015).

"Salah satu tersangka ada yang saya kenal. Tapi saya tidak bisa mengungkapkan identitasnya," tambahnya.

Fairuz menerangkan, pelaku juga mengancam akan membunuh Safira jika permitaan uang tebusan tidak digubris.
Halaman 2 dari 5
(idh/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads