Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dalam rapat terbatas tentang isu-isu strategis bidang politik, hukum dan keamanan di Istana Presiden pada Selasa (20/10/2015) hari ini, penanganan darurat asap menjadi salah satu pembahasan.
"Pemerintah akan menambah kekuatan satgas udara dengan tambahan pesawat Water Bombing. Menkopolhukam yang pagi tadi berkunjung ke lokasi karhutla di Air Sugihan dan Pedamaran, Okan Komering Ilir, Sumsel melaporkan kepada Presiden bahwa api besar masih terjadi di daerah OKI," kata Sutopo dalam keterangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Stupo, BNPB diminta menghitung berapa keseluruhan pesawat sejenis Bombardier, Be-200 dan Air Tractor untuk Water Bombing. Jika perlu masing-masing jenis pesawat itu ditambah sebanyak 5 unit.
"Water Bombing dikombinasikan dengan bahan kimia. Penggunaan pesawat di Sumsel, Kalteng dan Papua atau daerah lain yang terbakar besar. Pemerintah akan menghubungi Rusia, Canada, Australia dan lainnya yang memiliki jenis pesawat tersebut," paparnya.
Sementara untuk operasi darat, Panglima TNI akan mengganti pasukan yang sudah sebulan lebih di lapangan dengan personil baru. "Selain itu menyampaikan agar dibentuk tim untuk patroli dan tim pemburu pembakar lahan/hutan," tandasnya. (idh/imk)











































