"Rakyat harus tahu pekerja Jasa Marga itu dizalimi. Biar pengguna jalan juga tahu uang yang dibayar selama ini tidak bisa menyejahterakan pekerja," kata Presiden Serikat Karyawan Jalantol Lingkarluar Jakarta (SKJLJ) Mirah Sumirat, Selasa (20/10/2015).
(Baca juga Polda Metro: Kami Imbau Pekerja Jasa Marga Tak Tutup Tol, Ganggu Masyarakat)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca juga: Ini Alasan Pekerja Tol Mogok Kerja 28, 29, dan 30 Oktober)
"Ini komitmen perusahaan janjinya di mana. Kenapa harus membuat perusahaan baru? Kalau mereka jadi karyawan tetap di JLJ, perusahaan keberatan ngasih kesejahteraan yang lebih. Kesejahteraan karyawan lebih terjamin di JLJ dibanding JLO," ucap Mirah.
Menurutnya usaha penolakan ini sudah disampaikan ke perusahaan sejak lama. Serikat Pekerja dengan manajemen perusahaaan juga sudah duduk bareng, sudah melakukan aksi unjuk rasa di perusahaan, namun tidak ditemukan kesepakan. Hingga akhirnya para pekerja akan melakukan aksi mogok besar-besaran yang melibatkan 3.000 pegawai kontrak.
"Pekerja itu sudah melakukan aksi unjuk rasa, sudah dialog sama perusahaan tapi tidak ada hasil. Minta bantuan ke DPR tidak ada reaksi, terus kita mau ke mana lagi," katanya.
(Baca juga: Pekerja Jasa Marga Akan Blokir Tol, Komisi V DPR: Jangan Tutup Fasilitas Publik!)
Mirah mengatakan aksi mogok kerja itu sah dilakukan pegawai. Hal itu diatur dalam UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Di UU tersebut juga diatur jika perusahaan dalam hal ini PT Jasa Marga tidak boleh menggantikan para pegawai yang sedang mogok kerja.
"Mogok kerja itu sah. Kami sudah siapkan semua izinnya, tinggal eksekusi saja," ucap Mirah.
Menurut Mirah, saat mogok kerja nanti, para pegawai tetap datang menempati pos gardunya masing-masing. Namun mereka tidak akan melakukan pekerjaan dan melayani konsumen jalan tol.
"Nanti kita lihat gimana situasionalnya (tutup tol). Kalau nggak ada yang jaga kan mobil (konsumen) nggak bisa masuk. Di gardu kan ada palang pintunya, berarti (mobil konsumen) nggak bisa jalan," kata Mirah yang juga pegawai pengumpulan tol di gardu ini.
"Kalau pengguna jalan terusik kami minta maaf dengan memasang spanduk permohonana maaf dan lainnya," tambahnya.
(Baca juga: Pekerja Ancam Tutup Tol, Jasa Marga Pastikan Tol Aman dan Tetap Beroperasi!)
(slm/nrl)











































