"Dulu setiap tiga bulan sekali ke sana, tapi ini sudah setahun tidak ke sana. Kemudian seminggu lalu ada bisikan yang menyuruh agar ke sana," kata Maisur kepada detikcom, Selasa (20/10/2015).
Hari Minggu (18/10) lalu sekira pukul 05.00 WIB, ia tiba di sanggar namun di sana ternyata sepi sekali. Bisikan itu terdengar lagi dan meminta mereka agar naik ke atas gunung. Ketika itu sebenarnya kebakaran sudah terlihat karena sudah terjadi sejak sehari sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari bawah api sudah kelihatan, tapi ada yang menyuruh kita naik. Saya naik ya baru kali itu, biasanya cuma di sanggar," ujarnya.
Mereka kemudian naik ke gunung tersebut tanpa berbekal apapun. Bahkan Maisur hanya mengenakan sandal jepit. Maisur naik sekira pukul 07.30 WIB dan tiba di pos 2 pukul 10.45 WIB. Di sana, ia diperingatkan pendaki lain agar tidak lebih ke atas karena berbahaya. Ketika ia mendengar teriakan minta tolong, suara misterius itu juga terdengar dan memintanya agar tetap berjalan ke atas.
"Ya suara itu tetap bilang suruh ke atas. Dulu saya seperti istri saya (pengobatan alternatif) tapi berhenti setahun lalu," tuturnya.
Suara tersebut ternyata menuntun ke korban Eko yang terluka parah. Dengan susah payah, Maisur membawa Eko ke pos 2. Selanjutnya, ia turun dan melapor ke petugas. SAR pun turun tangan. Ada 7 korban tewas dan beberapa terluka. (alg/try)











































