Pengacara: Sekjen Jakmania Febri Tak Pernah Provokasi untuk Serang Bobotoh

Pengacara: Sekjen Jakmania Febri Tak Pernah Provokasi untuk Serang Bobotoh

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 20 Okt 2015 17:50 WIB
Pengacara: Sekjen Jakmania Febri Tak Pernah Provokasi untuk Serang Bobotoh
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Febriyanto (37), Sekjen The Jakmania ditahan polisi atas dugaan memprovokasi suporter bola terkait penyelenggaraan final Piala Presiden 2015 antara Persib Vs Sriwijaya FC di GBK, Senayan, Minggu (18/10) lalu. Menurut pengacara, kliennya tidak pernah memprovokasi atau pun menggerakkan anggota The Jakmania untuk melakukan gerakan-gerakan anarkis.

"Setahu yang kami pahami berdasar pengakuan klien kami, Febri tidak mengkoordinasikan dan menginstruksikan. Saat ada kejadian itu tindakan spontanitas, karena kan ini ada yang terstruktur dan ada yang 'garis keras' istilahnya, jadi secara organisasi atau pun pribadi dia tidak pernah menginstruksikan hal itu," jelas Muhammad Ilham selaku kuasa hukum Febri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Ilham juga menegaskan, jika kliennya itu tidak menebarkan kebencian dengan cuitan-cuitannya di akun Twitter @bung_febri. Menurutnya, cuitan-cuitan Febri di Twitter itu merupakan curahan dari anggota Jakmania yang tidak menginginkan Persib main di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Twitnya itu beberapa yang 'wellcome to the hell', 'silakan datang ke GBK--yang ada Rangga Rangga itu--sebenarnya menurut klien kami itu reply dari yang mention sebelumnya, tetapi tidak ditujukan untuk menghasut. Tetapi dia hanya menjelaskan bahwa dia ada penolakan (Persib main di Jakarta-res) di bawah," jelasnya.

Ia melanjutkan, kliennya itu sendiri tidak ada persoalan pribadi baik dengan Persib atau pun Bobotoh. Bahkan, lanjutnya, Febri pernah tinggal di Bandung selama 7 tahun, terutama saat kuliah di salah satu universitas negeri.

"Sebenarnya Febri tidak punya persoalan dengan Persib dan atau Bobotoh. Tapi memang The Jak dan Bobotoh persoalannya sudah jauh. Ketika berkomunikasi dengan teman-temannya itu, dia mendapat penolakan yang kuat," lanjutnya. (mei/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads