"Setahu yang kami pahami berdasar pengakuan klien kami, Febri tidak mengkoordinasikan dan menginstruksikan. Saat ada kejadian itu tindakan spontanitas, karena kan ini ada yang terstruktur dan ada yang 'garis keras' istilahnya, jadi secara organisasi atau pun pribadi dia tidak pernah menginstruksikan hal itu," jelas Muhammad Ilham selaku kuasa hukum Febri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/10/2015).
Ilham juga menegaskan, jika kliennya itu tidak menebarkan kebencian dengan cuitan-cuitannya di akun Twitter @bung_febri. Menurutnya, cuitan-cuitan Febri di Twitter itu merupakan curahan dari anggota Jakmania yang tidak menginginkan Persib main di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, kliennya itu sendiri tidak ada persoalan pribadi baik dengan Persib atau pun Bobotoh. Bahkan, lanjutnya, Febri pernah tinggal di Bandung selama 7 tahun, terutama saat kuliah di salah satu universitas negeri.
"Sebenarnya Febri tidak punya persoalan dengan Persib dan atau Bobotoh. Tapi memang The Jak dan Bobotoh persoalannya sudah jauh. Ketika berkomunikasi dengan teman-temannya itu, dia mendapat penolakan yang kuat," lanjutnya. (mei/dra)











































