"Modusnya ATM skimming. ATM skimming itu tersangkanya menduplikasi ATM dan mencuri tahu pinnya," ujar Kabareskrim Polri Komjen Pol Anang Iskandar di kantor Bareskrim, Selasa (20/10/2015).
Anang mengatakan, data-data yang dicuri tersebut digandakan oleh pelaku. Setelah itu mereka langsung melakukan aksinya di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anang mengutarakan, untuk menangkap para pelaku pihaknya bekerja sama dengan kepolisian negara lain. Para komplotan tersebut memang sudah dikenal sebagai mafia pembobol ATM di beberapa negara.
"Ya dengan China sudah ada dan sekarang anggota saya menjemput tersangka yang sudah ditangkap di luar negeri untuk dibawa ke Indonesia. Mereka ada jaringan, sebuah sindikat di mana ada yang mencuri data, ada yang duplikasi ATM-nya dan ada juga yang menarik di antar negara," tutup Anang.
(spt/jor)











































