"Dengan visi Nawacita kami meyakini bahwa pemerintahan Jokowi-JK tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan membuat berbagai peraturan yang memihak pada rakyat," ucap Aburizal Bakrie dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2015).
Ical menyoroti soal kebijakan penyediaan lapangan kerja pemerintah, di mana terjadi gelombang PHK yang mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran. Berdasarkan evaluasi Partai Golkar, masyarakat betul-betul dalam keadaan sulit, harga bahan pokok tinggi, tetapi pendapatan masyarakat tetap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain masalah ekonomi, Ical juga mengkritisi kebijakan pemerintah yang membuka keran impor tenaga kerja asing (TKA). Seharusnya pekerjaan-pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh masyarakat Indonesia, tidak diserahkan kepada tenaga kerja asing.
Kecuali apabila tenaga ahli dimana masyarakat Indomnesia benar-benar tidak bisa, maka boleh-boleh saja menyewa TKA. "Dalam konteks itu, saya masih menaruh kepercayaan pada pemerintahan Jokowi untuk memperhatikan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, " lanjut Ketua Presidium KMP itu.
Ical juga mengharapkan ada program-program pemerintah yang benar-benar menyentuh rakyat ini terlaksana dan tepat sasaran, terutama untuk sisa masa pemerintahan Jokowi-JKΒ 4 tahun ke depan.
"Masyarakat kita membutuhkan bantuan melalui program-program Pemerintah yang tepat sasaran sehingga memberikan manfaat langsung Bagi mereka," ucap Ical.
(miq/van)











































