Mulai meminta secara halus sampai pasang badan dengan berkelahi mesti dilakukan Samson untuk mengamankan perairan Indonesia dari pelaku illegal fishing. Menghadapi pelaku illegal fishing harus siap dengan segala risiko termasuk taruhan nyawa.
Tapi, itu tak membuat Samson yang merupakan nakhoda atau kapten Kapal Pengawas Hiu Macan 001 takut menjalani tugas. Jasa Samson terlihat ketika bergabung dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak tahun 2000. Saat itu, masih bernama Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan yang dipimpin Sarwono Kusumaatmadja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total saya tidak ingat. Banyak sekali, tapi ada sekitar lebih dari 200 kapal dari tahun 2000. Paling banyak di titik perairan yang rawan," ujar Samson saat ditemui di Pelabuhan Perikanan Sungai Rengas, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (20/10/2015).
Diakui Samson menjaga wilayah perairan yang luas dibutuhkan kebesaran jiwa saat menjalankan tugas.Β Bukan justru pesimis dan perhitungan waktu dalam bekerja. Berpisah dengan keluarga adalah hal biasa.
"Kalau kita sudah ditugaskan, ya harus ada kebesaran jiwa. Ada risiko yang harus dipahami dalam kerjaan ini. Jadi, seperti panggilan jiwa buat kita," tutur ayah dua putra ini.
Selama 15 tahun mengarungi laut Indonesia wilayah timur sampai barat, Samson memiliki berbagai cerita pengalaman. Di KKP, pria yang bisa bahasa Mandarin ini dikenal sebagai nakhoda paling berani.
Bersama 19 anak buah kapal (ABK), ia pernah memimpin kapal Hiu Macan 001 untuk menangkap kapal asal Tiongkok pada 2013 lalu.Β Saat itu, kapal Tiongkok jelas memasuki batas perairan Indonesia dan melakukan penangkapan ikan di Laut Cina Selatan.
Setelah berhasil menangkap, Samson dan awak kapal justru dikejar dua kapal militer Tiongkok. Kapal Hiu Macan 001 terancam diledakan bila memaksakan menangkap kapal beserta awak Tiongkok.
Ketika itu, kapal militer Tiongkok menganggap tak ada pelanggaran yang dilakukan kapal survei pencari ikan karena masih ada di wilayah perairannya.
"Mereka jelas melanggar, tapi setelah saya koordinasi dengan TNI AL disarankan dilepas. Kita juga sadar, dan harus ada perhitungan. Kalau dipaksakan bahaya buat kita, ya akhirnya mundur," kata pria yang mahir pencak silat itu.
Kejadian lain ketika pernah berhadapan dengan nakhoda kapal illegal fishing asal Thailand yang kebal senjata. Peristiwa ini terjadi di laut Utara Sulawesi.Β Sebelum Samson berhadapan, anak buahnya tak sanggup mengatasi pria yang diduga memiliki ilmu kebal itu. Merasa memiliki nakhoda yang sulit dikalahkan, awak kapal yang rata-rata nelayan Thailand menjadi jumawa.
"Bismillah saja. Jangan sombong. Saya juga bingung itu orang dipukul-pukulin pakai besi enggak papa. Bisa juga akhirnya dilumpuhkan setelah ada perlawanan," tutur pria dengan tinggi 162 cm itu.
Samson pun sudah hafal karakter asal negara pelaku illegal fishing. Untuk Thailand, tergantung nakhoda kapal. Bila sang kapten bisa dilumpuhkan maka anak buah kapal akan tunduk dan takut. "Kalau Thailand begitu. ABK takut kepada nahkoda. Maka kalau lumpuhkan ya nakhodanya".
Sementara kalau pelaku illegal fishing asal Vietnam, Filipina, dan Papua Nugini hampur punya kesamaan. Awak kapal tidak takut dengan nakhoda. Karakter ini yang mesti membuat pelaku illegal fishing dari negera-negara tersebut dilumpuhkan secara bersama-sama.
"Makanya mau enggak mau ya kita harus tundukin semuanya," paparnya.
Di era KKP di bawah pimpinan Menteri Susi, Samson punya harapan agar poros maritim Indonesia bisa dihormati oleh negara lain. Sebagai negara kepulauan, Indonesia punya martabat yang dijaga kedaulatannya.
Kekayaan sumber daya yang sudah dicuri negara lain telah merugikan Indonesia. Kerugian puluhan bahkan ratusan triliunan rupiah sudah dialami.
Sesuai konsep Nawacita pemerintahan Jokowi, sektor maritim menjadi salah satu fokusnya. Ia pun siap memberikan peran terbaik buat bangsa sebagai warga negara dengan melakukan pengawasan di wilayah perairan barat.
"Saya enggak muluk-muluk. Ingin kedaulatan negara kita dipandang, dihormati negara lain. Penenggelaman kapal itu bagus, saya setuju. Sampai masih bisa, saya siap jalankan tugas pengawasan yang sekarang di wilayah barat," tuturnya.
Semangat Kapten!
(hty/khf)











































