Separuh kota Pekanbaru, malam ini Senin (19/10/2015) terjadi pemadaman listrik. Penderitaan rakyat sepertinya menjadi lengkap. Di tengah kepungan asap pekat, suasana kota gelap gulita.
Janji PLN Cabang Pekanbaru yang mengklaim pemadaman bergilir hanya satu sampai dua jam, ternyata meleset. Sejak pukul 18.30 WIB, hingga pukul 21.30 WIB listrik di kawasan Panam, Kecamatan Tampan, Pekanbaru belum juga menyala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penderitaan rakyat di Riau sudah cukup lengkap, ada kebakaran lahan, dikepung asap pekat, listrik mati. Anak-anak tak bisa belajar," kata Husein Harahap warga Panam, Pekanbaru.
Pemadaman bergilir yang dilakukan PLN Riau, bersamaan dengan musim asap. Saban hari, mulai pagi, siang dan malam, PLN melakukan pemadaman bergilir.
"Pemadaman bergilir di Pekanbaru ini sudah seperti minum obat sehari tiga kali. Anehnya, mengapa sejak dulu pemerintah tak mengantisipasi menambah pembangkit," kata Husein.
Kepala Cabang PLN Pekanbaru, Agustian dalam beberapa kali keterangan kepada wartawan, mengatakan, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan karena pembangkit banyak yang rusak.
Pembangkit yang rusak itu, ada Sumatera Selatan, Sumbar termasuk Riau. Ini belum lagi debit air PLTA di Riau dan Sumbar yang mengalami penurunan air yang membuat turbin tak berfungsi. (cha/fdn)










































