"Tadi menanyakan masalah apa saya jelaskan, tujuan bela negara adalah untuk mengubah perilaku supaya dia tuh bangga kepada bangsanya, dia cinta kepada bangsa dan negara, dan akhirnya siap bekerja untuk bangsa dan negaranya, bila perlu mati untuk negaranya, berkorban. Itu muaranya, tujuannya, prosesnya ya ada," kata Ryamizard di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2015).
Menhan menegaskan, program bela negara bukan berarti latihan militer. Program yang dimaksud adalah berupa pelatihan dan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan bela negara sambungnya punya poin utama mengenai pembelajaran sejarah bangsa. Sebab saat ini pelajaran sejarah seakan dinomorduakan.
"Bagaimana dia bangga kalau enggak ngerti sejarah perjuangan panjang sekali? Dia enggak ngerti kita dijajah berapa ratus tahun, dia enggak ngerti bangsa ini dijajah tuh susah," ungkap Ryamizard.
Peserta program bela negara yang disasar nantinya adalah usia pelajar. Menurut Menhan nantinya ada kurikulum tersendiri untuk bela negara dan dikoordinasikan dengan Kemendikbud.
"Sekolah dasar harus, saya sampaikan dengan Menteri Pendidikan itu proses yang penting. Nanti kalau dia enggak ngerti enggak usah diluluskan saja. Penting itu!" sebut Ryamizard.
Lalu apa tanggapan Presiden Jokowi setelah mendengar penjelasan Ryamizard?
"Bagus. Siapa yang bilang enggak bagus? Bagus dong. Tinggal nanti pelaksanaannya," jawab Ryamizard. (bag/fdn)











































