Menanggapi kondisi yang merugikan penumpang ini, Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih kembali menyampaikan janjinya. Dia mengatakan pihaknya terus berkoordinasi erat dengan Dishubtrans DKI untuk memperbaiki layanan di Koridor 6 (Dukuh Atas-Ragunan).
"Kami sudah berkoordinasi erat dengan Dishubtrans untuk memperbaiki layanan kami yang kami yakin akan membaik, khususnya untuk Koridor 6 dan juga koridor-koridor lainnya dalam tahun ini," kata Kosasih melalui pesan singkat, Senin (19/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang memproses berbagai regulasi yang perlu dipenuhi dan saat ini lead-nya ada di Dishubtrans. Kami percata dengan dukungan Pemprov DKI bahwa semua dapat regulasi akan selesai pada waktunya dan pelayanan dapat segera membaik," pungkasnya.
Sebelum ini, detikcom mencoba naik bus berwarna abu-abu yang tersebut dari Halte Buncit Indah, Minggu (18/10/2015). Bus dengan kode nomor JTM-086 itu sekilas dari luar terlihat masih baik, namun tidak demikian di bagian dalamnya.
Kondisi pintu tengah bus tidak lagi tertutup rapat. Adapun 3 barisan kursi di samping kemudi juga tampak sudah longgar sehingga perlu diikat oleh tali ke tiang panyangga sekitarnya.
Karatan pun terlihat di sejumlah bagian dalam badan bus, terutama di bagian pintu. Beberapa kali air dari AC yang sudah tidak lagi terasa dingin juga menetes membasahi salah satu kursi penumpang.
Suasana dalam bus juga terdengar bising dengan suara getaran kaca setiap kali jalan yang dilaluinya tidak rata. Tentu saja ini membuat penumpang tidak nyaman, seperti yang diungkapkan oleh salah seorang diantaranya.
"Enggak nyaman banget. Bus ini kan sudah tua ya mbok ya diganti gitu," ujar Fitri saat berbincang.
"Itu suara kacanya saja berisik. Haha enggak ada bedanya sama kayak naik bus Kopaja atau Metromini," keluhnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) memberi batas waktu terhadap manajemen TransJ untuk berbenah dan memenuhi kebutuhan publik dengan lebih baik lagi hingga akhir tahun ini. Jika tidak ada perubahan signifikan, bukan tidak mungkin dirinya melakukan perombakan direksi.
"Kita lihat sampai akhir tahun. Bisa saja kalau sampai akhir tahun enggak beres, kita akan ganti tahun depan (direksinya). Memungkinkan," kata Ahok saat dikonfirmasi wartawan di Balai Kota, Selasa (13/10). (aws/fdn)











































