Dukung 'Tempat Aman Anak' Polda Metro, Begini Kritik dan Saran Mensos

Dukung 'Tempat Aman Anak' Polda Metro, Begini Kritik dan Saran Mensos

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 19 Okt 2015 19:09 WIB
Dukung Tempat Aman Anak Polda Metro, Begini Kritik dan Saran Mensos
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Polda Metro Jaya mengkampanyekan 'Tempat Aman Anak' dengan menggalang toko atau rumah-rumah yang terpercaya. Kemensos menyambut baik gagasan itu.

"Apa saja yang punya niat untuk melindungi warga bangsa itu baik. Apalagi rumah aman untuk anak. Makin banyak jumlahnya mungkin makin mudah masyarakat bisa menjangkau," ungkap Mensos Khofifah Indar Parawansa di kantornya, Jl Salemba Raya, Jakpus, Senin (19/10/2015).

Tempat Aman Anak yang digagas Polda Metro Jaya merupakan bentuk perlindungan terhadap anak-anak dari kekerasan. Nantinya polisi akan menunjuk toko-toko dan rumah-rumah penduduk yang bisa dijadikan Tempat Aman Anak melalui screening. Dengan begitu tempat yang ditunjuk bisa terpercaya dan punya kredibilitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang tinggal membangun solidaritas masyarakat, supaya mereka saling membangun inisiatif untuk saling memberikan layanan. Jadi rumah aman itu nggak bisa kita menunggu siapa yang menjadi komandannya. Maka masyarakat sekitar yang kita harapkan akan lebih proaktif untuk menyiapkan rumah-rumah aman," kata Khofifah.

Kemensos sendiri memiliki sejumlah rumah aman atau safe house bagi anak-anak yang memerlukan perlindungan. Namun menurut Khofifah, rumah aman anak semakin lebih ideal jika ada di tingkat terkecil.

"Tapi kalau rumah aman berbasis RT/RW, saya rasa pasti akan lebih baik. Kalau rumah aman itu ada, itu perlu channeling, misalnya di situ ada call center, misal butuh layanan kesehatan, butuh layanan pengaduan, trauma healing," tutur Khofifah.

"Jadi sebetulnya tahun 2000 ketika saya di Kementerian Pemberdayaan Perempuan, saya menyebut itu one stop services crisis center. Rumah aman ideal bisa dibangun seperti itu," sambungnya.

Namun pihak penolong sendiri, kata Khofifah, tidak bisa dilupakan. Perlu ada jaminan bagi mereka agar tidak terkena dampak dari permasalahan anak yang dia tolong.

"Misalnya ada kasus anak ini oleh ibunya dia dipukul kalau tidak membawa sejumlah uang. Lalu dia diamankan oleh tetangganya. Tetapi kan tetangganya ini harus mendapatkan informasi, kalau butuh perlindungan ke mana. Jadi yang menolong sendiri ini. Kan yang menolong juga butuh perlindungan jangan sampai dia nanti diteror atau mendapat perlakuan yang tidak seharusnya. Jadi butuh channeling," papar Khofifah.

Mengenai gagasan Tempat Aman Anak yang digagas Polda Metro Jaya, Khofifah tidak ingin ikut-ikutan. Namun menurutnya, baik Polda Metro Jaya maupun Kemesos bisa bersinergi karena toh tujuannya sama dalam perlindungan anak.

"Kita punya tim reaksi cepat, kita sudah punya safe house. Jadi saling bersinergi aja. Kalau misalnya kita lihat eskalasinya butuh proses layanan yang lebih komprehensif, kita bisa mengkomunikasikan dengan lebih seksama di Dinsos Kabupaten/kota. Dinsos di tingkat provinsi. Kemudian sinerginya dengan safe housenya kemsos. Tapi tetap perlu ada semacam channeling bagi siapapun yang melayani," terang politisi PKB itu.

Meski begitu, menurut Khofifah terkait rumah aman bagi anak, bukan hanya sekedar ada infrastrukturnya. Diperlukan segala perangkat termasuk sumber daya manusia yang sesuai.

"Safe house kan bukan sekadar ada gedung, ada misalnya telepon dan kamar tidur. Kan tidak cukup itu. Harus ada orang yang memberikan hati di situ. Dia punya konektivitas kalau dia perlu polisi, di situ ada Polisdes," tukas Khofifah.

"Kalau sedang tidak ada polisi di situ, dia bisa menyiapkan call center di kepolisian, call center di RS, di trauma-trauma healing atau konseling. Jadi perangkat yang harus disiapkan," lanjutnya.

Rencananya, Tempat Aman Anak yang digagas Polda Metro Jaya setelah diseleksi akan ditempeli stiker ukuran 30x15 cm. Polisi juga akan mengkampanyekan Tempat Aman Anak ini dengan menggandeng para pemerhati anak, lembaga pemerhati dan perlindungan anak serta artis-artis ibukota untuk mengglorifikasikan stop kekerasan terhadap anak.

"Dengan melihat stiker tersebut di toko-toko atau rumah-rumah, anak-anak bisa pergi ke situ manakala dia dalam kondisi bahaya dan perlindungan orang dewasa. Kalau di luar negeri ini namanya safe store," cetus Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti saar memaparkan tentan program Tempat Aman Anak, Senin (19/10). (elz/hri)


Berita Terkait