"Indonesia mendesak negara pihak konvensi untuk secara penuh mengintegrasikan pelaksanaan prinsip-prinsip HAM dalam mengatasi pengungsi," kata Fadli dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10/2015).
Fadli menyoroti nasib para pengungsi yang lari dari konflik di Timur Tengah, Afrika, hingga Asia Tenggara. Menurutnya, harus ada kesepakatan antara negara-negara di dunia untuk mengatasi gelombang pengungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejarah peperangan dan nilai solidaritas yang kami miliki mengajarkan bahwa kemanusiaan ada tanpa sebab apapun. Karena itu, kami menerima dan memperlakukan pengungsi dengan baik. Di Aceh, kami menyediakan perlindungan bagi lebih dari 1.300 warga Rohingya," ungkapnya.
Waketum Partai Gerindra ini mendesak ada langkah-langkah internasional bersama. Dengan demikian, perang dan konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia bisa berakhir.
"Saya menegaskan untuk menyelesaikan perang dan konflik, Dewan Keamanan PBB harus menjadi wadah yang memegang teguh nilai-nilai dan prinsip piagam PBB. Rasa kemanusiaan sejatinya memanggil kita untuk mengakhiri beragam peperangan dan konflik," paparnya.
Selain berpidato sebagai Wakil Ketua DPR RI, Fadli juga akan bicara selaku Presiden Global Organization of Parliamentary Against Corruption (GOPAC). Sidang IPU akan berlangsung hingga Rabu (21/10) mendatang.
(imk/tor)











































