Gubernur Sumut: Penolakan Kenaikan BBM Hal Wajar

Gubernur Sumut: Penolakan Kenaikan BBM Hal Wajar

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2005 19:31 WIB
Medan - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) HT Rizal Nurdin menilai aksi penolakan kenaikan harga BBM sebagai hal wajar. Ia meminta warga untuk melaporkan kepada pihak terkait jika menemukan 'permainan' harga. "Saya kira beberapa demonstrasi di Medan dalam kaitan naiknya harga BBM ini, masih terbilang wajar," ujar Rizal kepada wartawan di kantornya, Jl. Diponegoro, Medan, Selasa (1/3/2005).Menurut Rizal pihaknya memantau perkembangan kenaikan harga BBM di wilayahnya. "Sejauh ini Kondisi Sumatera Utara setelah kenaikan harga ini relatif aman," katanya. Rizal mengingatkan pangkalan minyak tanah tidak menaikan harga eceran melebihi batas toleransi yang ditetapkan. Ia akan meminta Pertamina mencabut izin pangkalan yang menaikkan harga jual eceran. "Sebab harga minyak tanah tidak dinaikkan pemerintah," katanya didampingi Kabid Humas Pimpinan Eddy Syofian.Pernyataan itu merespons kenaikan harga jual minyak tanah di beberapa tempat di Medan. Harga jual eceran minyak tanah di sejumlah warung mencapai Rp 1.500. Sebelumnya, harga jual antara Rp 1.200-Rp 1.300. Sementara, harga eceran tertinggi yang ditetapkan Pemda Sumut Rp 900 per liter. "Kalau dahulu, orang yang menjual minyak tanah dengan cara menaikkan harga seperti ini bisa dikenakan undang-undang subversif. Namun, sekarang kan tidak mungkin lagi. Tetapi kita akan mememinta Pertamina untuk mencabut izin pangkalan yang membandel ini," tegasnya. Rizal mengimbau siapapun yang menemukan penjualan minyak tanah yang melewati batas normal segera melaporkan kepada pemda. Selain pemda, warga juga dapat melaporkan kepada kepolisian atau Pertamina. (nal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads