"Alhamdulillah sudah jauh berkurang. Masih ada kabut asap, tapi sekarang enggak separah kayak dua, tiga minggu lalu. Ini saja kita sudah enggak pakai masker. Semoga pelan-pelan hilang," ujar Adrian (38), warga Kabupaten Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (19/10/2015).
Adrian menyebut kondisi sekarang mesti disyukuri. Ia berharap kondisi selanjutnya mulai besok kabut asap secara perlahan bisa menghilang. Apalagi beberapa hari terakhir, hujan sudah mengguyur kota Pontianak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampakan asap di Pontianak (Hardani/detikcom) |
Hal senada dikatakan warga Kota Pontianak, Hendra Tan (42). Bila sebelumnya asap kabut pekat membuat jarak pandang hanya 200-300 meter, namun sekarang sudah bisa 800 meter sampai 1,3 km.
Meski kabut asap masih ada, namun menurutnya juga tak terlalu signifikan dan tak mengganggu aktivitas warga. Misalnya, aktivitas anak-anak untuk sekolah dalam empat hari terakhir masih lancar, tak ada masalah.
"Kita enggak pakai masker sudah bagus. Bisa kerja bebas. Anak sekolah juga enggak terganggu. Pas kabut parah kemarin-kemarin, aduh batuk-batuk, nyesek. Jarak pandang sekarang sudah bisa lebih jelas," tutur Hendra.
Namun, keberadaan kabut asap masih mengganggu aktivitas warga yang perprofesi sebagai nelayan. Kabut asap tebal masih sering muncul dari pagi sampai siang. Tapi, menjelang sore, biasanya kabut asap sudah berkurang.
"Kalau pagi masih tebal mas. Kita bingung lihat, bawa kapal kalau kabut begini di laut. Semoga aja besok, minggu depan sudah hilang pelan-pelan ini kabut. Semoga saja turun hujan," tuturnya.
Dari pantauan, kondisi Kota Pontianak dan sekitarnya dalam dua hari terakhir dari pagi sampai sore memang terlihat tak terlalu diselimuti kabut asap. Warga tampak beraktivitas tanpa mengenakan masker. Namun, berbeda di daerah seperti Pelabuhan Sungai Rengas yang masih dilanda kabut asap. (hty/hri)












































Penampakan asap di Pontianak (Hardani/detikcom)