"Ini rahasia Tuhan," kata Frans, panggilan akrab Fransiskus Susbihardayan, di rumahnya, Tegalbojang RT 4 RW 2, Somodaran, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Senin (19/10/2015).
Frans hingga saat ini masih tak menyangka bisa selamat dari kecelakaan helikopter di Danau Toba, Minggu (11/10) lalu. Dia mengapung selama 3 hari dua malam dengan hanya pada doa, eceng gondok, dan air danau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang sudah 3 tahun bekerja di perusahaan jasa layanan penerbangan sebagai Helicopter Landing Officer (HLO) ini mencopot kemeja dan celana jinsnya agar tubuhnya tidak berat. Kemudian dia memasukkan eceng gondok ke kaos agar dirinya bisa mengapung. Selama 3 hari 2 malam, dia tak makan apapun selama mengapung di Danau Toba. Hanya minum air danau agar tetap memiliki energi.
"Saya (berenang) ke arah barat karena saya pikir kami perginya ke timur. Jadi saya harus ke barat biar lebih ke arah daratan," imbuhnya. Arah dia dapatkan dengan memandang posisi matahari.
Jika lelah, Frans berhenti di tempat yang banyak enceng gondoknya. Tanaman tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kaos dalam yang masih dikenakan.
"Saya pakai kaos dalam dan celana dalam, nggak tahu pas ditemuin telanjang. Mungkin kena arus jadi hilang semua," kata Frans. Frans ditemukan terapung pada Selasa (13/10) siang.
Hingga saat ini, pencarian heli dan korban masih dilakukan di kawasan Danau Toba, Kabupaten Samosir. Masih ada 4 orang yang dicari, yakni 2 kru dan 2 penumpang. Salah satu penumpang merupakan paman Frans. (sip/try)











































