Keyakinan itu didapat dari sejarah persahabatan negara Korea di masa lalu. Soekarno dan pemimpin Korea terdahulu merupakan sahabat. Hubungan yang diteruskan oleh generasi-generasi berikutnya.
Menurut Ketua Umum PDIP tersebut, kedua negara pun memimpikan hal serupa. "Sebuah rencana besar untuk bisa jadikan Korea bersatu," kata Mega di Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel, Senin (19/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Bukan tanpa alasan Mega punya keyakinan itu. Bersatunya Jerman menjadi salah satu bukti bisa selesainya ketegangan di sebuah negara. Malah dia juga ikut menghancurkan tembok Berlin yang menjadi pemisah Jerman Barat dan Jerman Timur.
"Karena kita sudah lihat Jerman Barat dan Jerman Timur, yang bahkan sudah dipisahkan oleh tembok besar. Saya saksi hidup ketika tembok itu akhirnya digempur ketika bersatu. Sama seperti Palestina yang selalu katanya tak mungkin jadi negara. Adalah realita objektif yang universal, setiap manusia ingin bersatu," papar Mega.
![]() |
Mega yang hadir di Busan untuk mendapat gelar kehormatan doktor honoris causa, mengaku gampang sekali tersentuh jika berbicara soal reunifikasi Korea.
"Kita tahu, waktu terjadi perpecahan dua Korea, tak ada pemberitahuan untuk rakyatnya, bahwa kamu jadi orang selatan, dan kamu orang utara. Maka saya katakan, persatuan ini pemintaan orang kecil (di Korea) yang tak tahu kenapa mereka harus terpisah. Dan tentu ingin kembali," kata Mega. (mok/tor)













































