"29 September lalu dokumen pengusulan Kota Tua telah diterima UNESCO. Tahun ini November akan ada sidang penentuan warisan budaya tak benda, tradisional Bali," kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Kacung Marijan di kantornya usai paparan 'Setahun Kinerja Kemendikbud' di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (19/10/2015).
Kacung mengatakan pengusulan tari tradisional Bali sejumlah 9 tarian sebagai warisan dunia ke UNESCO itu sudah diajukan lebih dari 3 tahun, yang secara resminya baru pada 2014 datanya lengkap. Pengusulan itu meliputi penyiapan dokumen sejarah dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kacung, Kemendikbud sebenarnya berharap rumah Toraja juga diajukan ke UNESCO tapi dokumennya belum siap sehingga diajukan yang lebih siap dahulu, baru kemudian menyusul budaya Indonesia lainnya.
Lebih jauh Kacung mengatakan saat ini ada 64.800 kebudayaan Indonesia yang terdaftar di Kemendikbud dan bertambah sebanyak 700 lagi melingkupi tarian, benda, kuliner dan lainnya. Setelah tari Bali dan Kota Tua, menyusul Kapal Pinisi diajukan ke UNESCO.
"Awal tahun ini kita usulkan kapal pinshi sebagai warisan budaya. Sudah kita serahkan ke UNESCO, kita berharap sidang tahun depan. Cuma kita baru dapat info dari UNESCO agar Indonesia diharapkan secara sukarela tidak dievaluasi (diputuskan) tahun depan, tapi 2017," paparnya.
"Kenapa? Karena yang usulkan dari berbagai negara, dan UNESCO akan memberi perhatian kepada negara yang belum punya warisan dunia. Kedua, karena tenaga evaluasinya terbatas," imbuh Profesor Ilmu Politik Universitas Airlangga itu. (miq/aan)










































