Tak Jadi Hari ini, Program Bela Negara Diresmikan 22 Oktober

Tak Jadi Hari ini, Program Bela Negara Diresmikan 22 Oktober

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 19 Okt 2015 12:33 WIB
Tak Jadi Hari ini, Program Bela Negara Diresmikan 22 Oktober
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menhan Ryamizard Ryacudu pernah mengatakan Presiden Jokowi akan meresmikan program Bela Negara pada 19 Oktober alias hari ini. Namun acara ini diundur hingga tiga hari ke depan.

"Tanggal 22 Oktober," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2015).

Dia menyatakan kesiapan anggaran untuk bela negara bisa ditanggung secara mandiri. Meski begitu, anggaran program bela negara bisa juga dibiayai APBN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anggaran itu banyak yang mau menganggarkan sendiri," kata Ryamizard yang hendak menghadiri rapat bersama Panglima TNI di Komisi I DPR ini.

Dia menyatakan, bahkan sudah banyak pihak yang mendaftarkan diri ikut program bela negara dan ingin meminta pelatih dengan biaya sendiri, alias membayar sendiri. Dia menuturkan, anggaran yang dibutuhkan hanya kecil.

"Kalau di Amerika Serikat itu (anggarannya) 20 ribu (Dolar AS). Kita itu cuma nol koma nol nol nol berapa. Nggak ada artinya, kecil sekali (anggarannya)," ujar Ryamizard.

Soal landasan hukum, Ryamizard tak mendesak diajukannya pembentukan Undang-undang Bela Negara secara khusus. Soalnya, UUD Negara RI 1945 sudah cukup menjadi landasan.

"Kalau mau dibuat silakan. Tapi ini sudah ada Undang-undang Dasar, bahwa bela negara adalah hak dan kewajiban setiap warga negara," kata dia. (dnu/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads