"Di awal periode ini ada dua persoalan besar yang menyita perhatian masyarakat pendidikan. Pertama, penerapan kurikulum 2013. Waktu itu saya mulai bertugas akhir Oktober, baru 3 bulan dijalankan dan kita merasakan gelombang perdebatan keras," kata Mendikbud Anies Baswedan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (19/10/2015).
Anies mengatakan saat ditemukan masalah dalam Kurikulum 2013 terutama untuk komponen guru dan penilaian, Kemendikbud melakukan evaluasi sampai akhirnya memutuskan menunda pelaksanaan kurikulum 2013 dan memperbaikinya. "Kedua, Ujian Nasional yang sebelumnya menentukan kelulusan, sekarang tidak lagi jadi penentu kelulusan," lanjut Anies.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah lain yang dipaparkan adalah soal perpeloncoan yang terjadi di awal tahun ajaran sekolah. Anies menyebut praktek seperti ini seolah menjadi budaya atau kebiasaan dan didiamkan begitu saja oleh pihak sekolah. "Kita tidak ingin melewatkan begitu saja, kita minta sekolah mengantisipasi, melaksanakan peraturan dan melarang adanya praktek perpeloncoan," terang Anies.
Bahkan, Kemendikbud membuat laman khusus bagi masyarakat untuk melapor bila terjadi perpeloncoan apapun bentuknya. Pimpinan Kemendikbud dari Menteri, Sekjen, Dirjen dan Irjen juga turun ke lapangan mengevaluasi praktek tahunan itu.
"Jadi masalah di dunia pendidikkan banyak. Sikap Kemendikbud setahun ini tidak mau diam dan mendiamkan. Apakah selesai dalam setahun? Tentu tidak, perlu waktu. Tapi mindset kita, kita mau selesai," ucap Anies.
Selain tiga masalah di atas, Kemendikbud dalam setahun terakhir juga melakukan perbaikan atau penataan pada beberapa program lain. Misal Program Indonesia Pintar di mana sasarannya diperluas tidak hanya anak miskin tapi anak dari keluarga rentan miskin.
Kemudian gerakan Indonesia Membaca-Menulis, beasiswa unggulan, menuju wajib belajar 12 tahun, pembangunan sarana pendidikan, dan lainnya yang dipaparkan dalam 'Laporan Setahun Kinerja Kemdikbud Oktober 2014-Oktober 2015'.
Saat ditanya apakah evaluasi setahun kinerja di Kemendibud ini permintaan dari Presiden Joko Widodo? Anies menyebut tidak ada instruksi dari Presiden.
"Ini inisiatif sendiri," ucap pelopor Gerakan Indonesia Mengajar itu. (miq/aan)












































