Eksotisme Pantai Perawan dan Kisah Matahari Dibarter Ikan Isi Kenari

Ekspedisi Pulau Ora (1)

Eksotisme Pantai Perawan dan Kisah Matahari Dibarter Ikan Isi Kenari

M Aji Surya - detikNews
Senin, 19 Okt 2015 10:53 WIB
Eksotisme Pantai Perawan dan Kisah Matahari Dibarter Ikan Isi Kenari
Foto: M Aji Surya/detikcom
Ambon - Sebanyak 21 diplomat dari 8 negara memulai petualangan ke Maluku sejak Minggu (18/10/2015). Direncanakan, target puncaknya adalah menikmati pantai Ora yang masih perawan. Sayang, sunset yang diburu ogah muncul akibat kabut asap.

Sejak keberangkatan jam 08.30 pagi hari, peserta bermuka masam. Maklum berbagai media cetak terkemuka memberitahukan bahwa Ambon sedang bermuram durja. Kabut asap tiba-tiba berhembus ke arah Maluku sehingga keindahan alam tidak terlihat optimal.

Sore hari yang menurut rencana dipakai untuk menikmati prosesi matahari pulang ke peraduannya dari puncak bukit menjadi terbengkalai. Sejak jam 14.00 Kota Ambon Manise ini tertutup kabut tipis. Cahaya matahari tidak bisa lagi mencium bumi. Keindahan teluk dengan perbukitan yang menghijau tidak memperlihatkan keseksiannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun bukan berarti hari pertama di Kota Musik ini berlalu sia-sia. Hal yang haram ditinggalkan adalah menikmati aneka kuliner ikan. Ada yang digoreng, dibakar, digulai hingga diasap. Semua membuat lidah tak mampu berpuasa. Aneka kuliner itu mudah didapatkan di aneka restoran pinggir teluk sambil diterpa angin sepoi-sepoi.

Diantara yang menjadi favorit 21 diplomat dari berbagai negara ini adalah ikan steam isi kenari. Rasanya gurih dan renyah. Apalagi makannya diselingi umbi-umbian dan pare isi daging ikan. Mak nyus tenan rasanya.

(Foto: M Aji Surya/detikcom)

Yusron Ambary, diplomat Kemenlu Jakarta mengatakan, masakan ikan di Ambon ini tidak kalah enaknya dibanding dengan masakan ikan di Washington, tempat ia sempat bertugas. "Rasa gurih daging ikan yang segar disini sungguh merupakan sensasi yang luar biasa. Kuliner Ambon layak diangkat ke tingkat manca negara," ujarnya.

Menurut Wakil Gubernur Maluku, Zet Sahuburua, provinsi yang dipimpinnya merupakan penghasil ikan dalam jumlah besar. Dari sekitar 9 juta ton hasil tanggapan ikan secara nasional, 1,7 juta ton diantaranya berasal dari Maluku. Ikan yang terkenal adalah bubara, kakap, kerapu, cakalang, tuna dan sikuda.

Sementara Itu, seorang diplomat dari Tiongkok, Chen Laiping menggarisbawahi pemandangan Kota Ambon di malam yang sungguh menawan. "Walaupun alam kurang bersahabat namun Ambon masih menyajikan banyak hal untuk bisa dinikmati. Kita berharap besok hari semua akan lebih baik," ujarnya penuh harap.

Untuk diketahui, selama dua minggu, sebanyak 21 diplomat dari Indonesia, Timor Leste, Kamboja, Myanmar, Tiongkok, Vanuatu dan Vietnam berada di Indonesia untuk mengikuti Sekolah Pimpinan Luar Negeri Kemlu. Selain mendalami aneka teori diplomasi mereka bersepakat, mulai Kemarin, melakukan kunjungan ke daerah dalam sebuah ekspedisi yang disebut "oraXpedition". Ora adalah sebuah pulau kecil yang relatif jauh dari Pulau Maluku dan memilki pantai yang sangat eksotik. (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads