Motor-motor tersebut seluruhnya masih berada di Markas Polres Jakarta Timur, Jl Matraman Raya. Belum ada satu pun pihak yang mengaku atau berinisiatif mengambil puluhan motor tersebut.
"Diduga itu motor-motor mereka yang melakukan perusakan, saat dikejar anggota motor mereka ditinggal kabur," kata Umar saat dihubungi detikcom, Senin (19/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rata-rata mereka dari Depok. Coba, ngapain mereka jauh-jauh dari Depok bergerombol ke tempat itu (lokasi ditemukannya motor), urusannya apa mereka di Jakarta?" kata Umar.
Aksi perusakan yang dilakukan puluhan orang pecah pada Minggu (18/10/2015) sekitar pukul 04.00 WIB. Massa yang membawa batu dan kayu bergerombol di pinggir tol Jatiwaringin, Pondok Gede.
Kendaraan Kapolres Jakarta Timur yang saat itu lebih dulu sampai di lokasi kejadian setelah adanya permintaan dari Polsek Makasar untuk penebalan personel, malah menjadi sasaran amuk massa. Kendaraan yang ditumpangi Umar dan sopirnya itu sempat menghalangi dua kendaraan pelat D yang akan dirusak massa.
Meski Umar berupaya meredam massa dengan tembakan peringatan 3 kali, namun massa tidak gentar. Mereka makin beringas melempari mobil Umar dengan batu dan kayu. (ahy/nrl)











































