"Mulai hari ini kita pecah konsentrasi Jalan RE Martadinata dan Jalan Pluit Karang Utara," ujar Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishubtrans DKI Massdes Arouffy, seperti dikutip dari situs pemprov DKI, Senin (19/10/2015).
Menurut Massdes, evaluasi rekayasa lalin tersebut memakan waktu satu bulan. Berdasarkan hasil evaluasi itu diketahui pada jam berangkat dan pulang kerja di dua jalan tersebut kerap timbul kemacetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, jalan tersebut hanya dibuka enam jam setiap hari. Diharapkan, dengan pembukaan kembali gerbang itu kemacetan di Jalan RE Martadinata menuju Tanjung Priok dapat terurai.
Sedangkan di Jalan Puit Karang Utara hingga Jalan Pluit Karang Selatan akan dilakukan contra flow. Kendaraan yang datang dari arah Waduk Pluit menuju Muara Angke akan dipecah menjadi dua jalur berlawanan. Β
Rekayasa jalan ini bersifat situasional. Namun bila dianggap berhasil, rekayasa akan dilakukan secara permanen.
(nwy/try)











































