Sidang 133rd Inter-Parliamentary Union (IPU) berlangsung Jenewa, Swiss pada Minggu (18/10). Sidang membicarakan berbagai agenda, satu diantaranya isu mengenai pengungsi dan migrasi tenaga kerja.
"DPR RI mendorong negara di dunia agar menghapuskan pandangan negatif terhadap pengungsi," kata Fadli dalam keterangannya, Senin (19/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia telah menunjukan komitmennya. Bisa dilihat bagaimana Indonesia menerima dan memperlakukan dengan baik para pengungsi dari Rohingya," ungkap Waketum Gerindra ini.
Dalam hal migrasi tenaga kerja, Fadli menilai perlu ada kerjasama dan dialog antara negara pengirim dan negara penerima. Dengan demikian, keuntungan dapat dimaksimalkan di kedua pihak. Β
Parlemen juga dianggap memiliki peran penting untuk memajukan kebijakan migrasi yang adil dan efektif. Masih banyak tantangan dalam hal migrasi bagi negara penerima maupun negara asal.
"Kita juga mendorong adanya mekanisme kerja sama internasional untuk memberikan informasi pasar kerja yang mudah diakses, transparan, dan adil, serta saling menguntungkan antar negara," tutupnya.
Fadli Zon sepertinya menjadi salah pimpinan DPR dengan jadwal internasional paling padat. Sebelum ke Swiss, Fadli Zon sudah ke Amerika Serikat untuk menghadiri sidang Inter-Parliamentary Union, ke Arab Saudi untuk berhaji atas undangan Raja Salman, dan terpilih menjadi President Global Organization of Parliamentarians Against Corruption dalam pertemuan di Yogyakarta. (imk/tor)










































