Ganja Bukan Bumbu Masakan, Tak Ada Ampun Bagi yang Menanamnya

Ganja Bukan Bumbu Masakan, Tak Ada Ampun Bagi yang Menanamnya

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 19 Okt 2015 07:32 WIB
Ganja Bukan Bumbu Masakan, Tak Ada Ampun Bagi yang Menanamnya
Foto: Edward Febriyati
Banda Aceh - BNN mengungkap puluhan hektar ladang ganja di kaki Gunung Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Pengungkapan oleh BNN ini meneguhkan tekad perang terhadap peredaran narkoba. Mereka yang masih nekat menanam ganja akan dipidanakan dengan hukuman berat.

"Kalau ketangkep kami tidak ada ampun, tetap kita lakukan penindakan sesuai prosedur hukum yang berlaku," kata Kapolres Kabupaten Aceh Besar, AKBP Heru Novianto yang menyatakan tegas perang terhadap narkoba kepada detikcom, Senin (19/10/2015).

Sebagai anggota polri, dirinya menyatakan komitmen dengan penindakan dan prosedur hukum. Tindakan itu hukuman dikenakan baik kepada pengedar hingga petani ganja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa yang ditangkap mulai dari pengguna, pengedar, hingga petani itu sendiri. Langkah kami keras itu menjadi satu upaya agar orang jera," paparnya.

Heru mengatakan kondisi geografis tak menjadi masalah baginya. Dia mengimbau masyarakat untuk bekerja sama dalam perang terhadap bahaya narkotika.

"Karena dengan bekerja sama paling tidak pekerjaan Polri diringankan oleh kerja sama masyarakat," paparnya.

Heru pun meminta masyarakat meninggalkan tradisi menanam ganja. Pasalnya dampak negatif itu membuat moral generasi muda jadi turun.

"Dulu orang Aceh bilang ganja itu sebagai bumbu, namun demikian seiring dengan waktu sering salah digunakan bahan narkoba yang dijual belikan nah ini budaya lama yg sudah berakar ini harus kita hilangkan. Dulu masyarakat yang masih menanam di kebun sekitaran rumah Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada. Mereka menanam di bukit dan gunung-gunung yang susah kita jangkau, peran dari polri dan BNN kerja ekstra menyadarkan masyarakat untuk meninggalkan mata pencarian dari ganja," tandasnya.

(edo/dra)


Berita Terkait