Pantauan detikcom, sekitar 5.000an orang memadati halaman komplek gedung sate. Mulai dari remaja, hingga dewasa. Beberapa anak kecil juga tampak ikut serta bersama orang tuanya.
Suasana Gedung Sate cukup gelap. Penerangan hanya dimaksimalkan dari lampu hias yang mengelilingi bangunan Gedung Sate.
Layar terpasang di samping kiri bangunan utama Gedung Sate. Jika terlihat dari gerbang Gedung Sate yang berada sekitar 300 meter, layar terlihat tidak jelas. Sementara untuk mendekat, sudah terhalang bobotoh yang berada di barisan depan.
"Saya balik lagi saja, masa halaman seluas ini cuma satu. Kecil lagi. Kumaha Pak Gubernur teh (bagaimana sih Pak Gubernur)," ujar Jajang Harsa (33) saat ditemui di Gedung Sate, Minggu (18/10/2015).
Jajang yang datang bersama teman-temannya itu mengaku akan mencari tempat nonton bareng di sekitar rumahnya saja.
"Di rumah saja, di tempat lain sama penuhnya dan macet," ungkapnya.
Sama halnya dengan Jajang, Tri (24) juga mengaku kecewa karena acara nonton bareng di Gedung Sate tidak sesuai harapan.
"Idealnya dua layar, kiri kanan. Ini cuma satu, kalau dari jauh kelahangin pohon juga. Mending balik lagi saja," ucap Tri.
Banyak yang datang dan pergi ke area nobar di Gedung Sate, rata-rata setelah melihat ke lokasi nobar, mereka balik kanan untuk pulang atau mencari tempat nonton bareng lainnya. (avi/van)











































