Keluarga Mahasiswa UIN Sunan Ampel Tak Menuntut Siapapun

Keluarga Mahasiswa UIN Sunan Ampel Tak Menuntut Siapapun

Zainal Effendi - detikNews
Minggu, 18 Okt 2015 19:03 WIB
Keluarga Mahasiswa UIN Sunan Ampel Tak Menuntut Siapapun
Foto: Zainal Effendi
Surabaya - Keluarga Lutfi Rahmawati (19), mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel yang meninggal saat mengikuti diklatsar mengaku sudah ikhlas dan tidak menuntut pihak manapun.

"Kami dari keluarga sudah ikhlas, sudah takdir," kata Usman, paman almarhum mewakili keluarga pada wartawan di rumah duka, Jalan Barata Jaya VII, Minggu (18/10/2015).

Lutfi, kata Usman, merupakan anak yang ceria dan berprestasi khususnya pelajaran matematika. "Kemungkinan dia terlalu capek, karena jurusan matematika yang dipilih. Tapi dia anak yang sopan dan ceria," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum mendapat kabar keponakannya meninggal, Usman mengaku sama sekali tidak mempunyai firasat. Namun istrinya semalam sempat bermimpi jika Endah (ibu Lutfi Rahmawati) memasak membuat sayur urap urap tapi tidak ada yang membantu dan rumahnya terlihat gelap. "Saat istri saya cerita saya sudah berpikir buruk akan ada kejadian yang menimpa keluarga besarnya. Tidak lama saya endapat kabar kalau keponakan saya meninggal daat ikut diklatsar," ujarnya dengan nada lirih.

Ia menambahkan, pihak keluarga sangat terkejut dengan kabar meninggalnya Lutfi. Karena, Lutfi merupakan anak tunggal. "Ibunya kan sudah bercerai sejak Lutfi lahir. Ibunya tiap hari bekerja sebagai apoteker. Kasihan sekarang tinggal sendiri di rumah," pungkas Usman.

Sementara di rumah duka, para takziyah dari tetangga maupun teman kuliah Lutfi silih berganti mendatangi rumah duka. Jenazah Lutfi sudah dimakamkan di TPU Keputih. Usai pemakaman, pihak keluarga langsung menggelar tahlilan di rumah duka yang diikuti keluarga, tetangga dan teman kuliah Lutfi.

Sebelumnya, 19 mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya mengikuti Diklat SAR di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Malang sejak Rabu (14/10).

Pada Sabtu (17/10), diduga kelelahan saat mengikuti Diklat SAR, dua peserta meninggal dan 1 peserta kritis. Peserta meninggal yakni, Yudi Akbar Rizky (18) warga sukolilo Park Regency 1/16 Surabaya dan Lutfi Rahmawati (19) Barata Jaya 7/16 Surabaya.

Sedangkan korban yang saat ini kondisinya masih kritis dan masih di rawat di Rumah Sakit Wafa Husada yakni ,Nur Fadilah (19) warga Bulak Banteng Surabaya. (ze/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads