2 Mahasiswa Tewas, Polisi Selidiki Dugaan Pidana Diklatsar UIN Sunan Ampel

2 Mahasiswa Tewas, Polisi Selidiki Dugaan Pidana Diklatsar UIN Sunan Ampel

M Aminudin, - detikNews
Minggu, 18 Okt 2015 18:32 WIB
2 Mahasiswa Tewas, Polisi Selidiki Dugaan Pidana Diklatsar UIN Sunan Ampel
Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Aparat kepolisian masih menyelidiki adanya pelanggaran pidana dalam Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) mahasiswa pecinta alam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Dua mahasiswa meninggal dunia dalam kegiatan digelar di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Kabupaten Malang. Olah tempat kejadian perkara bersamaan dengan pemeriksaan saksi-saksi dilakukan polisi hari ini. Ketua Umum Pramudya Nugraha Putra dan Ketua Pelaksana Kegiatan M. Riza Umami diantara para saksi yang dimintai keterangan.

Kapolsek Pagak AKP Farid Fathoni menjelaskan, ada beberapa adegan digambarkan para saksi sebelum hingga sesudah korban ditemukan. Mulai dari lokasi awal korban mengaku lelah dan kesakitan yakni di area Tebing Merdeka berjarak sekitar 15 menit dari pos induk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi beberapa adegan diperankan saksi, bagaimana bisa mengetahui jelas kronologis kejadian," kata Farid di lokasi, Minggu (18/10/2015).

Ditambahkan, sejauh ini pendalaman masih terus dilakukan, termasuk memeriksa berkas-berkas tes kesehatan peserta sebelum mengikuti kegiatan.

"Kami dapat keterangan dari warga korban Yudi sempat disiram air saat menuju Pos Induk. Hal itu dibuktikan dengan kondisinya baju korban basah kuyup. Kami masih dalami apakah itu nantinya ada kelalaian sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," tambahnya.

Farid mengaku, penanganan kasus akan dilimpahkan ke Polres Malang. Pihaknya sendiri akan mengantar para saksi yang diperlukan guna bahan penyelidikan. "Kasus akan dilimpahkan ke polres," aku dia.

Sementara Ketua Umum Pramudya Nugraha Putra mengatakan, Wana Wisata RPH Rejosari masuk sebagai tempat yang dipilih sebagai lokasi diklat karena beberapa hal. Yakni sudah memenuhi uji lapang bagi divisi yang dimiliki Mahasiswa Pecinta Alam UINSA. "Kami punya divisi susur gua, panjat tebing, konservasi, navigasi, montenering, dan rafting. Di sini hanya rafting saja tidak ada dan menjadi tempat rutin diklat," bebernya.

Diungkapkan, dari 19 peserta dibagi menjadi lima kelompok yang mana setiap orang mendapatkan jatah satu botol air. Artinya, pihaknya sudah menghitung dan menghindarkan peserta dari dehidrasi.

"Kami bagi beberapa kelompok sesuai divisi," ungkap dia.

Diterangkan, selama kegiatan dimulai pukul 04.30 pagi dan selesai sesuai dengan kebutuhan materi. Untuk hari pertama selesai pukul 6 sore, hari kedua pukul 9 malam, di hari ketiga kegiatan baru berakhir dini hari. "Hari Jumat selesai pukul 5 sore, dan hari ini adalah jadwal penutupan," terang dia.

Seperti diberitakan, dua mahasiswa tewas saat mengikuti Diklat SAR di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Malang. Keduanya merupakan mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya.

Korban meninggal adalah Yudi Akbar Rizky (18), beralamatkan di Sukolilo Park Regensi Kav 1/16, Kota Surabaya, dan Lutfi Rahmawati (19), beralamatkan di Jalan Barata Jaya Kav 7/41, Kota Surabaya, sementara korban kritis adalah Nur Fadilah (19), beralamatkan di Jalan Bulak Banteng, Kota Surabaya. (dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads