Polda Metro: Tidak Boleh Ada yang Sweeping-sweeping Kendaraan!

Jelang Final Piala Presiden

Polda Metro: Tidak Boleh Ada yang Sweeping-sweeping Kendaraan!

Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 18 Okt 2015 16:08 WIB
Polda Metro: Tidak Boleh Ada yang Sweeping-sweeping Kendaraan!
Ilustrasi (Foto: Masaul/detikcom)
Jakarta - Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya melarang keras aksi sweeping kendaraan penumpang. Polisi akan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku yang berbuat sewenang-wenang.

"Yang boleh sweeping berdasarkan UU itu hanya polisi, memeriksa KTP, memeriksa kendaraan dan lain-lain. Lain dari itu, tidak boleh, berarti itu melakukan pelanggaran," tegas Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (18/10/2015).

"Kalau ada, akan kami tangkap!," tegas polisi yang lama bertugas di PBB ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyelenggaraan final Piala Presiden 2015 antara Persib Bandung dengan Sriwijaya FC di GBK, Senayan, Jakpus ini tidak hanya dimeriahkan suporter Bobotoh yang berasal dari Bandung. Namun, beberapa suporter yang tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang juga tumpah ruah ke GBK hari ini.

Suporter Persib dari Jabodetabek ini berangkat berkelompok, dengan menggunakan angkutan umum dan juga mobil pribadi serta motor. Salah satu Bobotoh warga Tangerang, Puji mengaku sempat khawatir ke Jakarta dengan menumpang kendaraan umum.

"Tadinya takut mau di-sweeping. Soalnya ada broadcast yang bilang The Jak bakal sweeping. Tapi saya sama rombongan berangkat dan pulang bareng-bareng enggak pakai atribut. Atribut kami masukkan ke tas karena takut," jelas Puji.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Tito Karnavian sendiri telah mengingatkan suporter dari Jabodetabek untuuk tidak memakai atribut saat menuju dan pulang dari GBK.

"Pakai setelah di dalam GBK saja," ucap Tito, Jumat lalu. (mei/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads