"Kami pihak kampus mengucapkan rasa bela sungkawa dan berduka cita sedalam dalamnya pada keluarga mahasiswa," kata Rektor 3 UIN Sunan Ampel, Prof. Ali Mufrodi saat berbincang bincang dengan detikcom melalui sambungan telepon seluler, Minggu (18/10/2015).
Ali mengaku pihaknya mendapat kabar duka dari panitia pada Sabtu (17/10) malam sekitar pukul 19.30 Wib yang melaporkan ada 2 peserta diklat meninggal dunia dan 1 orang kritis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kedua jenazah dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang untuk dilakukan otopsi, lanjut Arif yang mendampingi keluarga mengungkapkan jika kondisi jenazah Lutfi Rahmawati (19) satu dari dua peserta diklat meninggal terdapat luka memar di lutut dan tulang kering yang diduga jatuh saat mengikuti kegiatan.
"Keluarga menolak dilakukan otopsi sehingga hanya dilakukan visum luar. Kedua jenazah selesai menjalani otopsi dan visum sekitar pukul 07.00 Wib dan langsung dibawa ke kampus untuk di salatkan bersama kemudian di bawa ke rumah duka," lanjut dia.
Sebelumnya, 19 mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya mengikuti Diklat SAR di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Malang sejak Rabu (14/10).
Pada Sabtu (17/10), diduga kelelahan saat mengikuti Diklat SAR, dua peserta meninggal dan 1 peserta kritis. Peserta meninggal yakni, Yudi Akbar Rizky (18) warga sukolilo Park Regency 1/16 Surabaya dan Lutfi Rahmawati (19) Barata Jaya 7/16 Surabaya.
Sedangkan korban yang saat ini kondisinya masih kritis dan masih di rawat di Rumah Sakit Wafa Husada yakni ,Nur Fadilah (19) warga Bulak Banteng Surabaya. (ze/van)











































