Keluarga Mahasiswa UIN yang Tewas saat Diklatsar di Malang Menolak Autopsi

Keluarga Mahasiswa UIN yang Tewas saat Diklatsar di Malang Menolak Autopsi

Muhammad Aminudin - detikNews
Minggu, 18 Okt 2015 11:15 WIB
Keluarga Mahasiswa UIN yang Tewas saat Diklatsar di Malang Menolak Autopsi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Malang - Keluarga mahasiswa tewas dalam kegiatan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Pencinta Alam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel menolak jenazah diautopsi. Mereka pun memaksa untuk membawa pulang dari ruang jenazah Rumah Sakit dr. Saiful Anwar (RSSA).

Korban meninggal adalah Yudi Akbar RIZKY (18), beralamatkan di Sukolilo Park Regensi Kav 1/16, Kota Surabaya, dan Lutfi Rahmawati (19), beralamatkan di Jalan Barata Jaya Kav 7/41, Kota Surabaya, sementara korban kritis adalah Nur Fadilah (19), beralamatkan di Jalan Bulak Banteng, Kota Surabaya.

Langkah aparat kepolisian berupaya mengungkap penyebab pasti kematian kedua korban dengan autopsi ini pun gagal. Karena keputusan keluarga kini sudah membawa kedua jenazah ke rumah duka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keluarga menolak diautopsi," kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Adam Purbantoro kepada detikcom di Mapolres, Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Minggu pagi (18/10/2015).

Karena proses otopsi ditolak, lanjut Adam, polisi akhirnya hanya melakukan visum luar. Sebagai dasar nantinya pemeriksaan medis mengungkap penyebab pasti kematian kedua mahasiswa tersebut.

"Sementara hanya bisa begitu, nanti harus didukung dengan pemeriksaan para saksi," sambung Adam.

Seperti diberitakan, dua mahasiswa tewas saat mengikuti Diklatsar di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Malang. Keduanya merupakan mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya. (bag/bag)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads