Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (18/10/2015) puluhan hektar hutan di kaki Pegunungan Seulawah menjadi gundul akibat ulah petani ganja di Aceh. Pohon kayu keras ditebang habis semua hanya untuk menanamkan bibit-bibit ganja.
Pohon-pohon yang ada ditebang untuk membuka ladang ganja (Edward/detikcom) |
"Mereka itu bodoh apa tidak sadar kalau hutan-hutan ini dirusak dapat merusak alam dan membuat bencana banjir bagi mereka sendiri," ujar salah seorang anggota brimob dari Polda Aceh.
Pohon-pohon tersebut tak hanya ditebang untuk membuka lahan ganja, bahkan ada juga yang dibakar hingga habis. Setelah beberapa bulan, mereka pun baru menanamkan bibit ganja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hutan menjadoi gundul dan merusak ekosistem (Edward/detikcom) |
Dahulu kaki gunung Seulawah sangat indah dan sejuk. Pohon-pohon menambah keasrian. Namun kini kondisi itu berbalik 180 derajat, banyak hutan yang gundul akibat ulah petani ganja.
"Kita sudah melakukan sosialiasi ke mereka untuk menanam tanaman produktif akan tetapi mereka masih berpikir instan," ujar Kapolres Kabupaten Aceh Besar, AKBP, Heru Novianto kepada detikcom.
Heru sendiri sudah setahun menjabat sebagai Kapolres Aceh Besar. Selama di bawah kepemimpinan belasan hektar ladang ganja sudah habis dimusnahkannya.
"Dulu ini hutan-hutan ini masih asri, mereka buka lahan ditebang semua pohonnya lalu di tanam ganja, kalau kita lihat apa yang mereka lakukan sudah masuk perambahan hutan dan ilegal loging," tandasnya.
Sebelumnya BNN didampingi oleh Polres, Polda dan Brimob Aceh memusnahkan dua puluh hektar ladang ganja. Ganja itu dimusnahkan dengan cara dicabut hingga akarnya kemudian dibakar. (edo/bag)












































Pohon-pohon yang ada ditebang untuk membuka ladang ganja (Edward/detikcom)
Hutan menjadoi gundul dan merusak ekosistem (Edward/detikcom)