"Mereka ini (pelaku perusakan) mau meneror warga. Maksudnya mau meneror warga Bandung tapi yang terteror jadi warga Jakarta. Padahal korbannya juga tidak ada urusan," kata anggota Komisi III DPR Arsul Sani saat berbincang, Minggu (18/10/2015).
Arsul yang di Komisi III bermitra dengan kepolisian ini melihat bahwa upaya polisi sudah melakukan upaya persuasi dengan mengumpulkan Jakmania dan Bobotoh. Hanya saja, ternyata aksi kerusuhan masih terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi diyakini bisa menangani aksi rusuh yang membuat rusuh warga ini. Apalagi, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian adalah mantan Kepala Densus 88 Antiteror.
"Saatnya polisi bertindak tegas, tidak boleh kalah. Saya yakin Pak Tito bisa, kan mengatasi terorisme saja bisa," ujar Arsul.
Aksi perusakan kendaraan di Jakarta terjadi sejak Jumat (16/10) ketika kendaraan plat D dan bus pariwisata dilempari batu. Kemudian pada Sabtu (17/10/2015) sore, di KM 11 Tol Jagorawi arah Jakarta, sebuah truk TNI AL menjadi sasaran aksi lempar batu sekelompok remaja tanggung. Sementara Minggu (18/10/2015) dini harinya mobil dinas Kapolres Jakarta Timur Kombes Umar Farouq menjadi sasaran amuk massa di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi. (imk/bag)











































