Perusakan Jelang Final Piala Presiden Dianggap Sama dengan Aksi Teror

Perusakan Jelang Final Piala Presiden Dianggap Sama dengan Aksi Teror

Indah Mutiara Kami - detikNews
Minggu, 18 Okt 2015 09:44 WIB
Perusakan Jelang Final Piala Presiden Dianggap Sama dengan Aksi Teror
Foto: Andhi/pasangmata
Jakarta - Polisi diminta bertindak tegas terhadap pelaku perusakan di sejumlah titik menjelang final Piala Presiden. Aksi rusuh itu dianggap sudah sama dengan terorisme karena membuat warga resah.

"Mereka ini (pelaku perusakan) mau meneror warga. Maksudnya mau meneror warga Bandung tapi yang terteror jadi warga Jakarta. Padahal korbannya juga tidak ada urusan," kata anggota Komisi III DPR Arsul Sani saat berbincang, Minggu (18/10/2015).

Arsul yang di Komisi III bermitra dengan kepolisian ini melihat bahwa upaya polisi sudah melakukan upaya persuasi dengan mengumpulkan Jakmania dan Bobotoh. Hanya saja, ternyata aksi kerusuhan masih terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sudah kebangetan. Padahal acara baru nanti malam tetapi sejak masa sudah sweeping," ucap politikus PPP ini.

Polisi diyakini bisa menangani aksi rusuh yang membuat rusuh warga ini. Apalagi, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian adalah mantan Kepala Densus 88 Antiteror.

"Saatnya polisi bertindak tegas, tidak boleh kalah. Saya yakin Pak Tito bisa, kan mengatasi terorisme saja bisa," ujar Arsul.

Aksi perusakan kendaraan di Jakarta terjadi sejak Jumat (16/10) ketika kendaraan plat D dan bus pariwisata dilempari batu. Kemudian pada Sabtu (17/10/2015) sore, di KM 11 Tol Jagorawi arah Jakarta, sebuah truk TNI AL menjadi sasaran aksi lempar batu sekelompok remaja tanggung. Sementara Minggu (18/10/2015) dini harinya mobil dinas Kapolres Jakarta Timur Kombes Umar Farouq menjadi sasaran amuk massa di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi. (imk/bag)


Berita Terkait