"Harus melibatkan semua pihak. Karena ini kegiatan nasional," kata anggota Komisi III DPR, Sarifuddin Sudding saat berbincang, Minggu (18/10/2015).
Aksi pelemparan batu dan perusakan kendaraan di berbagai titik di Jakarta sudah mengkhawatirkan. Peran polisi sangat dibutuhkan untuk melakukan penindakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudding menduga ada aktor intelektual di balik aksi rusuh dalam dua malam menjelang final Piala Presiden. Apalagi, warga yang melakukan perusakan kebanyakan adalah remaja yang masih di bawah umur.
"Boleh jadi ada aktor intelektualnya. Ini kan anak di bawah umur tidak bisa dijatuhi sanksi pidana, jadi terbentur hukum," ucap Sudding.
Yang terbaru, aksi perusakan terjadi pada Sabtu (17/10/2015) sore, di KM 11 Tol Jagorawi arah Jakarta. Sebuah truk TNI AL menjadi sasaran aksi lempar batu sekelompok remaja tanggung. Sementara Minggu (18/10/2015) dini harinya mobil dinas Kapolres Jakarta Timur Kombes Umar Farouq menjadi sasaran amuk massa di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi. Meski Kapolres telah memberi tembakan peringatan tiga kali, massa terus maju dan menghujami mobil dengan batu. (imk/dra)











































