Jelang Pilkada Serentak, Ketua MPR: Jangan Ada yang Main Curang

Jelang Pilkada Serentak, Ketua MPR: Jangan Ada yang Main Curang

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2015 17:40 WIB
Jelang Pilkada Serentak, Ketua MPR: Jangan Ada yang Main Curang
Foto: Istimewa
Jakarta - Tak lama lagi Pilkada serentak gelombang pertama bakal digelar. Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan agar pesta demokrasi tersebut digelar dengan penuh tanggungjawab bebas kecurangan dan money politics.

"Awas jangan ada yang berani main curang, karena seluruh masyarakat akan ikut mengawasi, saya tidak akan tinggal diam jika terbukti ada yang bermain curang", kata Zulkifli.

Hal ini disampaikan Zulkifli saat sosialisasi empat pilar di hadapan Forum Marga Adat Ketibung, di Gedung KPK Bandar Lampung, seperti siaran pers MPR RI, Sabtu (17/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zulkifli yakin masyarakat semakin cerdas. Sehingga demokrasi tak lagi bisa diperjual-belikan.

"Sudah tidak waktunya lagi masyarakat menukar kedaulatan yang dimiliki dengan uang lima puluh atau seratus ribu rupiah. Masyarakat harus bisa memilih pemimpin terbaik dari seluruh calon yang ada. Sesuai dengan kemampuan masing-masing didasari hati nurani, semata-mata demi kebaikan bangsa," katanya.

Zulkifli juga meminta aparat pemerintah berlaku netral. Mulai dari kepala desa hingga kepolisian dan KPUD.

"Ini penting agar masyarakat bisa menentukan pilihannya dengan bebas sesuai akal sehatnya," ingatnya.

Dalam sosialisasi empat pilar tersebut Zulkifli juga mengungkapkan adat dan budaya lokal merupakan kekayaan yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Karena ituย  adat dan budaya lokal harus dihargai. Jangan sampai keberadaan adat budaya lokal terpinggirkan oleh arus modernitas. Apalagi keberadaan budaya dan adat lokal bisa memperkaya Budaya nasional.
Zulkifli memakai pakaian adat di Lampung (dok.MPR)

"Orang yang memiliki dan mempertahankan adat adalah orang yang punya tatakrama. Demikian juga orang yang memegang adat merupakan orang yang punya sistem ketatanegaraan dan sistem pemerintah. Karena itu masyarakat yang punya adat adalah masyarakat yang intelektual," katanya.

Karena itu menurut Zulkifli, masyarakat harus bangga dengan adat yang dimilikinya. Mereka yang menyalahkan adat dan membodohkan masyarakat adat adalah orang sakit.
Zulkifli mengatakan, masyarakat harus mempertahankan adat sebagai budaya bangsa (dok. MPR)


"Empat pilar itu salah satunya adalah menghargai keberadaan masyarakat adat. Karena itu keberadaannya harus dijaga dan dilestarikan", kata Zulkifli menambahkan.

Menjaga dan melestarikan adat budaya, menurut Zulkifli berarti juga mensejahterakan masyarakat. Ini bisa dilihat salah satunya pada kebiasaan masyarakat memakai peci. Seandainya kebiasaan memakai peci itu dihilangkan, niscaya akan ada banyak pengangguran.

"Kalau lama-lama menganggur bisa-bisa jadi begal, dan meresahkan masyarakat, karena itu kita mesti menjaga adat budaya yang kita miliki", pungkasnya. (van/hri)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads