Deplu: Penangkapan 98 TKI di Malaysia Wajar

Deplu: Penangkapan 98 TKI di Malaysia Wajar

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2005 18:12 WIB
Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) mengakui, penangkapan terhadap 98 TKI Ilegal dalam operasi Tegas di Malaysia adalah suatu kewajaran. Namun pemerintah Indonesia berharap pemerintah Malaysia memperlakukan para TKI ilegal itu sesuai dengan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM)."Itu adalah hal yang wajar dalam proses deportasi," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI di Luar Negeri Fery Adamhar kepada detikcom saat ditemui usai diskusi tentang Perlindungan HAM TKI di Malaysia, di Hotel Sahid Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta Pusat, selasa (1/3/2005)."Kita sudah mempunyai kerjasama dengan pemerintah Malaysia tentang perlakuan terhadap para TKI. Dan intinya Malaysia telah berjanji akan melakukan operasi dengan cara yang manusiawai," katanya.Seperti diketahui, 98 TKI ditangkap oleh aparat Imigrasi dan pasukan Rela di Kota Kinabalu, Sandakan dan Tawau, pada Selasa (1/3/2005). Mereka ditangkap karena tidak mempunyai dokumen lengkap dan juga karena izin kerjanya telah kadaluwarsa.Ketika ditanya bagaimana jika Malaysia mengingkari hasil pembahasan tentang perlindungan HAM itu, Fery enggan berkomentar. "Citra Malaysia sebagai negara yang demokratis akan turun di mata dunia (jika melanggar)," kilahnya.TKI Ilegal yang Tersisa di Malaysia 355.000 OrangSementara itu di tempat yang sama, Direktur Perlindungan TKI Depnaker Mardjono mengatakan, Rabu (2/3/2005) besok sekitar 3000 TKI Ilegal akan tiba di Indonesia. Sehingga jumlah total yang sudah kembali dari Malaysia sejak tanggal 29 Oktober 2004 lalu sebanyak 345.000 orang."Berarti masih ada sekitar 355.000 TKI dari asumsi terdapatnya 700.000 TKI di Malaysia," kata Mardjono kepada detikcom.Namun menurut Djono, asumsi itu kemungkinan besar salah, karena berdasarkan pantauannya, hanya tinggal sedikit TKI yang berada di Malaysia. "Paling di setiap lokasi TKI hanya ada sekitar 10 TKI di sana," demikian Mardjono. (fab/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads