"Kalau faktanya ada kader Partai NasDem tersangka, kita akui. Kalau kemudian ada yang kecewa terhadap perisiwa ini, Partai NasDem meminta maaf atas kekecewaan tersebut dan atas permintaan maaf itu kita lakukan perbaikan di internal," kata ketua DPP NasDem Bidang Hukum Taufik Basari.
Hal itu disampaikan dalam diskusi tentang 'Setahun Nawacita' di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/2015). Hadir Direktur Indobarometer M Qodari, Bendum Golkar Bali Bambang Soesatyo, peneliti ICW Emerson Yuntho dan lainnya.
Surya Paloh jumpa pers tak lama setelah Rio Capella ditetapkan jadi tersangka oleh KPK (Rini/detikcom) |
Politisi yang akrab disapa Tobas itu mengatakan, partainya tetap akan mendukung penegakan hukum, meski ada kader yang tersangkut korupsi. NasDem tidak ingin menuding KPK menyebut ada konspirasi, permainan politik dan sebagainya, seperti yang pernah terjadi di partai lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan kata Tobas, NasDem dan Rio menunjukkan sikap tanggungjawabnya dengan menggelar jumpa pers menghadirkan Rio Capella selang beberapa jam setelah pengumuman tersangka oleh KPK.
"Dalam waktu yang sangat cepat ketika pengumuman tersangka, 30 menit kemudia Pak Rio lapor ke ketua umum mengundurkan diri. 30 menit kemudian menyampaikan ke publik (mundur dari NasDem dan DPR), dan 30 menit kemudian DPP menjelaskan kepada publik," ucap Tobas.
"NasDem belajar dari peristiwa yang kita alami dan kita tidak mengelak. Justru dengan semangat ini kepercayaan masyarakat bisa kembali," tegasnya. (miq/hri)












































Surya Paloh jumpa pers tak lama setelah Rio Capella ditetapkan jadi tersangka oleh KPK (Rini/detikcom)