Bili, 32 tahun, adalah pria yang duduk di kursi depan mobil ini. Dia duduk di halaman Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (17/10/2015).
"Saya ini juga orang Jakarta, tapi juga kenapa sih ini," kata dia bingung dengan fenomena ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil ini kena lemparan batu di kawasan Pancoran, jelang masuk pintu tol dalam kota. Bili menyaksikan salah seorang dari massa yang membawa batu sekepala orang. Batu itu dihunjamkan ke kaca.
"Saya pikir, wah sudah ini tamat, saya lindungi muka pakai tangan juga nggak berpengaruh," kata dia.
Bili panik. Suara-suara umpatan menyebut hewan berkaki empat terdengar jelas di sisi kirinya.
"Bruk! Dari depan, bawa batu besar sekali, bawa pakai tangan begini," kata dia memperagakan cara brutal melempar batu dengan sekuat tenaga.
Bahkan, saat mobil melaju masuk tol, orang-orang ini masih mengejar. Uang kembalian pembayaran tol di loket tak jadi diambil sopir.
"Itu bocah kecil-kecil, beneran! Nggak pakai atribut, kaosnya beda-beda," kata dia yang untungnya tak terluka. (dnu/rvk)











































